Alexander Matusov ditampilkan di hadapan media setempat, sekitar dua hari setelah dia berhasil ditangkap di wilayah Bangkok bagian selatan pada Senin (23/6) oleh kepolisian Thailand. Matusov sendiri diketahui tiba di Thailand sejak tahun 2009 lalu.
Saat ditangkap polisi, pria berusia 52 tahun yang berperawakan kekar ini kedapatan memiliki paspor palsu dan menggunakan visa pensiun. Demikian seperti disampaikan pejabat imigrasi setempat dan dilansir AFP, Rabu (25/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Geng tersebut menculik banyak pengusaha dan pegawai pemerintah demi mendapat uang tebusan," terang pihak imigrasi Thailand dalam pernyataannya.
"Geng tersebut terlibat dalam aksi pembunuhan lebih dari 60 orang di Moskow, Dagestan dan Saint Petersburg," imbuh pernyataan tersebut. Pihak imigrasi menambahkan, Matusov akan dipulangkan ke Rusia untuk menjalani persidangan di negara asalnya tersebut.
Secara terpisah, wakil konsul pada Kedutaan Rusia, Alexey Falunin menyebutkan bahwa geng tersebut beroperasi sejak pertengahan tahun 1990-an hingga tahun 2008. "Menjadi geng kriminal paling berbahaya di Rusia (saat itu)," ucapnya kepada AFP.
"Matusov merupakan pemimpin kelompok tersebut," imbuh Falunin, sembari menambahkan bahwa Matusov merupakan satu-satunya anggota geng tersebut yang berhasil kabur ke luar negeri. Seluruh anggota geng tersebut berhasil ditangkap otoritas Rusia.
Wakil Kepala Kepolisian Nasional Thailand, Wuthi Liptapallop menyebut kasus ini meyingkapkan tabir bagi warga asing yang tinggal di Thailand dengan visa pensiun. "Kami mungkin akan memeriksa apakah ada di antara mereka (warga asing dengan visa pensiun) yang melakukan tindakan pidana di negara lain," terangnya.
(nvc/nwk)











































