Dalam suratnya kepada para pemimpin Kongres AS, Presiden Barack Obama menyatakan pasukan AS tersebut mulai dikirimkan pada Minggu, 15 Juni waktu setempat.
"Dikirimkan untuk maksud melindungi warga dan properti AS, jika diperlukan, dan dipersenjatai untuk bertempur," tulis Obama seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (17/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Gedung Putih dalam pernyataannya menyebutkan, personel militer AS tersebut akan membantu Departemen Luar Negeri AS memindahkan sebagian staf kedutaan dari Baghdad ke konsulat-konsulat di dua kota Irak: Arbil dan Basra, juga di Amman, Yordania.
Disebutkan Gedung Putih, pengiriman pasukan AS ke Irak ini atas persetujuan pemerintahan Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki.
Pengiriman pasukan ini dilakukan setelah kelompok militan Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) berhasil menguasai sebagian besar wilayah Irak utara. Bahkan kini para militan Sunni itu terus bergerak mendekati ibukota Baghdad. Pemerintah AS pun tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk melancarkan serangan-serangan pesawat tak berawak terhadap para militan ISIL.
(ita/ita)











































