"Kami menerapkan rencana baru untuk melindungi Baghdad," terang juru bicara Kementerian Dalam Negeri Irak, Brigadir Jenderal Saad Maan kepada kantor berita AFP, Jumat (13/6/2014).
"Rencana tersebut terdiri atas pengintensifan pengerahan pasukan militer, dan peningkatan upaya intelijen dan penggunaan teknologi seperti balon (observasi) dan kamera dan peralatan lainnya," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan militan Sunni yang tergabung dalam Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) semakin meluas. Dalam waktu tiga hari terakhir, militan berhasil menguasai sejumlah besar wilayah di Irak bagian utara, termasuk Kota Mosul yang merupakan kota terbesar kedua di Irak.
Tidak hanya itu, Kota Tikrit juga provinsi Nineveh dan bagian-bagian penting Kota Kirkuk juga telah jatuh ke tangan militan, yang dilaporkan terus berusaha menduduki ibukota Baghdad.
Militer Irak yang dikerahkan ke sejumlah wilayah strategis, hingga saat ini gagal untuk menghentikan pergerakan militan ISIL tersebut. Beberapa personel militer bahkan melepas seragam mereka dan meninggalkan kendaraan serta posisi mereka, untuk melarikan diri dari militan yang menyerang mereka.
Menanggapi situasi ini, AS mempertimbangkan untuk mengerahkan serangan militer via udara terhadap militan tersebut. Dalam pernyataannya, Presiden AS Barack Obama menyatakan, dirinya terbuka bagi segala macam opsi demi membantu pemimpin Irak menyelamatkan keamanan di negaranya.
(nvc/nwk)











































