"Pada pukul 03.00, sekelompok pria bersenjata datang. Tak ada penembakan dan mereka meminta para tentara yang menjaga sekitar bandara ditarik," kata juru bicara bandara Dmytro Kosinov kepada AFP, Senin (26/5/2014).
Dikatakan Kosinov, bandara menghentikan operasi pada pukul 7 pagi waktu setempat dan kini tampak dalam kendali sekelompok pria bersenjata yang menyebut diri mereka "perwakilan Republik Rakyat Donetsk", yang telah mengklaim merdeka dari pemerintah pusat Ukraina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, komisi pemilihan umum Ukraina menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, miliarder Petro Poroshenko meraih 54 persen suara dalam perhitungan yang telah mencapai lebih dari separuh konstituensi. Dengan hasil ini, tak akan terjadi putaran kedua. Ini berarti dipastikan bahwa Poroshenko yang dijuluki sebagai "Raja Coklat" itu akan menjadi presiden baru Ukraina.
(ita/ita)











































