Demonstran Antipemerintah Terus Desak PM Interim Thailand Mundur

Demonstran Antipemerintah Terus Desak PM Interim Thailand Mundur

- detikNews
Senin, 19 Mei 2014 15:44 WIB
Demonstran Antipemerintah Terus Desak PM Interim Thailand Mundur
Suthep saat long march dengan demonstran antipemerintah (Reuters)
Bangkok -

Perdana Menteri (PM) interim Thailand terus didesak mundur oleh demonstran antipemerintah. Demonstran antipemerintah akan semakin meningkatkan aksinya demi mendesak semua anggota kabinet sisa-sisa pemerintahan Yingluck Shinawatra mengundurkan diri.

Di tengah desakan mundur ini, PM interim Thailand Niwatthamrong Boonsongphaisan malah bertemu dengan Senat Thailand, yang merupakan satu-satunya badan legislatif yang masih berdiri pasca Yingluck lengser. Thailand tidak lagi memiliki parlemen setelah Yingluck membubarkannya pada Desember 2013 lalu.

Boonsongphaisan dan Senat Thailand kini memiliki tanggung jawab untuk mencari solusi atas krisis politik yang terus berlanjut. Pemilu yang akan digelar pada 20 Juli mendatang dianggap menjadi solusi yang tepat, namun pemilu ini ditolak oleh demonstran antipemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlebih bagi demonstran antipemerintah, Boonsongphaisan tidak memiliki posisi hukum yang sah sehingga dia beserta menteri-menteri yang tersisa harus mundur, agar pemerintahan baru bisa dibentuk untuk segera melakukan reformasi. Demikian seperti dilansir Reuters, Senin (19/5/2014).

Menanggapi seruan tersebut, Senat mengatakan sebenarnya mampu memilih PM interim baru. Namun Senat menegaskan keinginannya untuk berkonsultasi dengan pemerintah terlebih dahulu. Hal ini memancing kemarahan pemimpin demonstran antipemerintah, Suthep Thaugsuban yang menginginkan agar pemerintah yang dianggapnya mendukung keluarga Shinawatra segera dibubarkan.

"Kami akan mengambil alih kekuatan demokratis dan menyerahkannya kembali kepada rakyat," tegas Suthep kepada demonstran antipemerintah dalam pidatonya.

"Mulai dari Senin (19/5) kami akan memburu sisa-sisa rezim Thaksin (Shinawatra). Para menteri, mengundurkan diri sajalah! Anda menghambat kemajuan Thailand," ucapnya. Suthep yang menjadi target aparat Thailand, berjanji akan menyerahkan dirinya ke polisi pada 27 Mei jika aksi-aksinya tidak berhasil.

Seruan demonstran antipemerintah soal penggulingan pemerintah ini memicu reaksi keras dari massa pendukung pemerintah Thailand, atau yang biasa disebut massa 'Kaos Merah'. Mereka memperingatkan akan adanya perang sipil jika pemerintahan digulingkan.

Demonstran antipemerintah dan massa 'Kaos Merah' sama-sama beraksi di Bangkok, namun di lokasi berbeda. Melihat situasi ini, panglima militer Thailand Jenderal Prayut Chan-O-Cha dalam pernyataan yang langka menegaskan, akan mengerahkan kekuatan jika terjadi bentrokan antara kedua kelompok tersebut. Terlebih jika ada warga sipil yang menjadi korban.

(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads