Pencarian Kotak Hitam MAS MH370 Bisa Makan Waktu Bertahun-tahun

Pencarian Kotak Hitam MAS MH370 Bisa Makan Waktu Bertahun-tahun

- detikNews
Selasa, 25 Mar 2014 10:09 WIB
Pencarian Kotak Hitam MAS MH370 Bisa Makan Waktu Bertahun-tahun
Lokasi diduga puing MH370 (BBC)
Washington - Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370, informasi yang ada pada kotak hitam akan sangat membantu. Namun tugas pencarian kotak hitam tidak mudah dan bisa memakan waktu bertahun-tahun lamanya.

Sejumlah ahli penerbangan, seperti dilansir USA Today, Selasa (25/3/2014), memperkirakan dibutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun untuk menemukan puing pesawat, serta yang lebih penting adalah rekaman percakapan kokpit dan rekaman data penerbangan yang ada pada kotak hitam pesawat jenis Boeing 777-200ER tersebut.

Dibutuhkan juga waktu bertahun-tahun lamanya untuk melakukan penyelidikan dan laporan insiden resmi dirilis lengkap dengan penyebabnya. Analisa data satelit menjadi langkah paling awal dalam penyelidikan insiden MAS MH370 ini. Puing dan rekaman kokpit harus ditemukan untuk menyusun fakta-fakta terkait insiden ini.

"Beberapa bagian harus ditemukan dan diidentifikasi dengan jelas bahwa bagian tersebut memang berasal dari pesawat Malaysia Airlines," terang mantan penyelidik kecelakaan pada Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) Al Yurman.

Begitu bisa teridentifikasi adanya bagian dari pesawat MAS MH370, penyelidik harus melakukan penelusuran ke belakang dan menemukan lokasi puing untuk menentukan apakah pesawat menukik dengan terkendali atau tidak terkendali ke lautan.

Lokasi puing bisa berjarak puluhan atau bahkan ratusan kilometer dari gambar satelit yang menunjukkan obyek-obyek yang diyakini berasal dari MAS MH370. Secara terpisah, mantan Ketua NTSB Jim Hall menyebutkan kemungkinan adanya banyak lokasi puing di lautan. Menurut Hall, hal ini tergantung pada arus laut yang sangat mungkin memisahkan dan menyebarkan puing ke lokasi-lokasi berjauhan.

"Kita tidak tahu ada berapa lokasi puing," ucap Hall.

Hall dan Yurman sama-sama menyebutkan bahwa kedalaman Samudera Hindia, kira-kira 4.000 meter, akan semakin mempersulit pencarian puing MH370. Kemungkinan besar, menurut Hall dan Yurman, banyak puing MH370 yang tidak akan pernah ditemukan. Baik Hall maupun Yurman berharap agar puing MH370 bisa diangkut ke daratan untuk diperiksa dan memberi petunjuk lebih jelas kepada penyelidik untuk mencari tahu penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

Belajar dari kasus jatuhnya pesawat di lautan yang terjadi sebelumnya, laporan resmi mengenai kecelakaan baru dirilis bertahun-tahun kemudian, sekitar 2-4 tahun atau bahkan lebih. Bahkan dalam kebanyakan kasus, penyebab kecelakaan pesawat di lautan tidak selalu ditemukan.

"Penyebab yang paling mungkin dalam insiden Malaysia Airlines mungkin tidak akan ditemukan juga," ucap Yurman, sembari menambahkan jika puing dan kotak hitam pesawat belum ditemukan, maka sulit untuk berspekulasi apakah pesawat jatuh karena masalah mesin atau ada aksi sabotase oleh seseorang di dalam kokpit.


(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads