Otoritas Malaysia menyatakan, sejauh ini bukti-bukti tidak mendukung kemungkinan serangan teroris sebagai penyebab hilangnya pesawat Boeing 777-200 tersebut. Masalah mesin atau pilot diduga sebagai penyebabnya.
"Tak ada bukti untuk mengarah ke aksi teroris," ujar sumber pemerintah Eropa yang tahu soal penyelidikan ini seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (11/3/2014).
Otoritas Malaysia saat ini lebih banyak fokus pada bukti elektronik yang mengindikasikan penerbangan MH370 kemungkinan melakukan putar balik menuju Kuala Lumpur, Malaysia sebelum menghilang dari radar.
Sumber pemerintah Amerika Serikat juga meragukan kemungkinan serangan teroris. Sebabnya, AS secara ekstensif memeriksa gambaran yang diambil oleh satelit-satelit mata-mata AS untuk mencari bukti adanya ledakan di udara, namun hasilnya nihil. Padahal cakupan satelit AS di wilayah tersebut sangat menyeluruh.
Sumber senior Malaysia dalam penyelidikan insiden ini mengungkapkan, kegagalan menemukan serpihan pesawat menunjukkan bahwa pesawat kemungkinan meledak di udara, sehingga serpihannya bisa menyebar di daerah yang sangat luas.
"Fakta bahwa kita tak bisa menemukan serpihan apapun sejauh ini menunjukkan bahwa pesawat tersebut kemungkinan telah meledak di ketinggian sekitar 35 ribu kaki," tutur sumber itu. Namun ditegaskannya, ledakan tersebut bisa saja terjadi akibat gangguan mesin, bukan semata-mata akibat serangan teroris.
(ita/nrl)










































