Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 6.125 Orang, Ribuan Hilang

Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 6.125 Orang, Ribuan Hilang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 04 Agu 2026 10:33 WIB
Korban jiwa akibat gempa di Venezuela telah mencapai 6.125 orang (Foto: REUTERS/Leonardo Fernandez Viloria)
Korban jiwa akibat gempa di Venezuela telah mencapai 6.125 orang (Foto: REUTERS/Leonardo Fernandez Viloria)
Jakarta -

Korban jiwa akibat dua gempa kembar yang mengguncang Venezuela pada bulan Juni lalu terus bertambah. Ketua Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez mengatakan pada hari Senin (3/8) waktu setempat, bahwa jumlah korban jiwa kini mencapai 6.125 orang.

Angka terbaru ini muncul beberapa minggu setelah gempa bumi bermagnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang pada 24 Juni lalu, menyebabkan hampir 200 bangunan runtuh, sebagian besar di negara bagian pesisir La Guaira yang paling parah terkena dampaknya.

Jumlah korban tewas sebelumnya mencapai 5.546 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir kantor berita AFP, Selasa (4/8/2026), tim penyelamat dan anggota keluarga hingga saat ini masih terus menyisir reruntuhan untuk mencari korban dan orang-orang terkasih. Hampir 17.000 orang terluka akibat gempa tersebut.

Media lokal mengutip Gubernur La Guaira Jose Alejandro Teran yang mengatakan sekitar 1.400 orang masih hilang setelah bencana tersebut.

Pemerintah Venezuela belum mengungkapkan berapa banyak orang yang hilang, tetapi proyeksi para ahli memperkirakan angkanya mencapai 10.000 orang.

Selain 190 bangunan yang hancur total, pihak berwenang telah mengklasifikasikan lebih dari 16.200 bangunan sebagai tidak aman, yang mendorong banyak orang untuk mengungsi.

Hampir 24.000 orang di La Guaira dan Caracas tinggal di tempat penampungan sementara setelah gempa bumi.

Para anggota parlemen Venezuela pada hari Jumat lalu, dengan suara bulat menyetujui undang-undang yang mempermudah penyewaan properti.

Langkah ini, yang bertujuan untuk membantu para korban gempa yang mengungsi, mencabut undang-undang anti-penyewaan yang disahkan oleh pemerintahan sayap kiri sebelumnya.

"Kami memperkirakan sekitar 400.000 rumah yang dapat memperoleh manfaat dari undang-undang ini," kata Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez pada Senin pagi waktu setempat. Dia menyebut situasi ini sama-sama menguntungkan penyewa dan pemilik properti.

Rodriguez sebelumnya berjanji untuk menyediakan 4.000 rumah bagi korban gempa hingga akhir tahun, dengan pemerintah menargetkan jumlah tersebut melebihi 10.000 rumah pada tahun 2027 mendatang.

Pemimpin sementara Venezuela tersebut memerintah di bawah pengawasan ketat Washington setelah pasukan Amerika Serikat menggulingkan Presiden Nicolas Maduro pada Januari lalu.

Tonton juga video "Korban Gempa Venezuela Bertambah Jadi 5.069 Jiwa"

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait