Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, bahwa negara yang dipimpinnya tersebut telah melanggar hukum internasional yang dapat menyebabkan isolasi politik.
Pembicaraan melalui telepon selama 90 menit antara dua pemimpin tersebut -- lebih disebut sebagai kepada konfrontasi langsung antara Gedung Putih dan Kremlin sejak Perang Dingin -- terjadi setelah Parlemen Rusia memberikan Putin ijin untuk mengirimkan pasukannya ke Ukraina.
Seperti dilansir AFP, Minggu (2/3/2014), pihak Ukraina langsung merespon reaksi Rusia dengan menempatkan pasukannya di titik-titik vital sebagai cara untuk menghindari perang yang akan merusak hubungan kedua negara tersebut untuk selamanya. The North Atlantic Treaty Organization (NATO) telah melakukan pertemuan darurat dengan 28 orang duta besar di Brussel, Belgia untuk mendiskusikan serangan militer itu.
Menurut kantor berita Interfax, Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Deshchytsya mengatakan, Kiev telah mengajukan banding ke NATO dengan permintaan untuk mempertimbangkan semua opsi untuk mempertahankan keutuhan wilayah dan kedaulatan Ukraina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(rni/try)











































