Ditembak di Dada, Sopir Bus di AS Lolos dari Maut Gara-gara Kitab Suci

Ditembak di Dada, Sopir Bus di AS Lolos dari Maut Gara-gara Kitab Suci

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 26 Feb 2014 18:05 WIB
Ditembak di Dada, Sopir Bus di AS Lolos dari Maut Gara-gara Kitab Suci
Ilustrasi
Ohio - Seorang sopir bus di Amerika Serikat berhasil lolos dari maut akibat Kitab Suci di dalam sakunya. Dua peluru menembus dadanya dalam aksi penembakan, namun sopir bus ini sama sekali tidak terluka.

Insiden ini tidak hanya membuat tertegun sang sopir bus ini, tapi juga polisi setempat yang kini menangani kasus ini sebagai kasus penembakan. Peluru tersebut rupanya berhenti pada Kitab Suci Alkitab yang disimpan sopir bus ini di saku bajunya.

"Jelas-jelas ada semacam intervensi dalam insiden ini karena tidak seharusnya dia berada di sana," terang Sersan Michael Pauley dari Kepolisian Dayton, Ohio kepada wartawan seperti dilansir AFP, Rabu (26/2/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepolisian setempat menuturkan, Rickey Wagoner (49) terpaksa menghentikan laju busnya di tengah jalan karena ada masalah mesin pada Senin (24/2) dini hari. Namun tiba-tiba dirinya didekati tiga remaja laki-laki yang diduga kuat merupakan anggota geng setempat.

"Dia (Wagoner) mendengar salah satu pelaku mengatakan bahwa ini saatnya untuk membunuh beruang kutub, untuk masuk ke dalam kelab," terang Pauley menirukan keterangan Wagoner.

"Dia berjuang untuk hidupnya," imbuhnya.

Wagoner tertembak dua kali di bagian dadanya, namun dia tetap bisa berdiri tegak. Bahkan dia sempat bergulat dengan salah satu pelaku untuk melumpuhkan senjata mereka.

"Saya membawa sebuah buku di kantong baju saya. Awalnya, saya pikir peluru itu menembusnya. Rasanya seperti dipukul dengan palu raksasa di bagian dada," terang Wagoner kepada polisi.

Salah satu remaja tersebut sempat menebaskan pisau ke lengan Waginer ketika dia sibuk bergulat dengan remaja lainnya untuk melumpuhkan senjata mereka. Namun Wagoner terus berjuang dan melakukan perlawanan, hingga akhirnya dia terkena tembalan lagi di bagian kakinya. Tapi perjuangan Wagoner tidak sia-sia karena dia berhasil merampas dua senjata remaja tersebut.

"Saya menusuk salah satu kaki remaja dengan pena saya. Dia berteriak dan saat itulah mereka semua melarikan diri," ucap Wagoner. Setelah itu, Wagoner mengambil pistol milik remaja tersebut yang terjatuh dan menembakkannya, namun dia menyatakan tidak berniat melukai mereka.

(nvc/mad)


Berita Terkait