Sembilan ekor paus pembunuh, yang terdiri atas 8 paus dewasa dan 1 ekor paus anak-anak ini awalnya terdampar di kawasan pantai terpencil Blue Cliffs Beach, yang ada di selatan South Island, Selandia Baru. Petugas dari Departemen Konservasi Laut mendatangi lokasi untuk memberi pertolongan.
"Ketika kami tiba di lokasi, mereka semua sudah mati," tutur juru bicara Departemen Konservasi, Reuben Williams kepada AFP, Rabu (12/2/2014).
Insiden paus terdampar sebenarnya cukup sering terjadi di wilayah Selandia Baru. Namun menurut Williams, tidak biasanya banyak paus terdampar di lokasi yang sama pada saat yang bersamaan.
"Kami tidak tahu alasan mengapa paus-paus ini terdampar," ucapnya.
"Ini sangat disayangkan dan tentu memberi dampak besar bagi populasi nasional yang kini hanya mencapai 200 ekor," imbuh Wlliams.
Williams menambahkan, salah satu bangkai paus pembunuh ini akan digunakan untuk keperluan penelitian. Sedangkan penduduk setempat, Maori yang menganggap binatang ini sakral sedang berkonsultasi untuk membuang bangkai paus lainnya.
Paus pembunuh yang merupakan binatang terbesar dalam keluarga lumba-lumba ini tidak memiliki pemangsa utama. Jenis ini bisa bertumbuh hingga mencapai 9,8 meter. Paus dengan tubuh didominasi warna hitam dan putih ini merupakan spesies cetace yang tersebar luas di dunia. Mereka gampang beradaptasi dan bisa hidup dalam kelompok hingga mencapai 50 ekor.
(nvc/ita)











































