Seperti dilansir news.com.au, Sabtu (4/1/2014), informasi ini pertama beredar dari surat kabar Hong Kong bernama Wen Wei Po. Media tersebut melaporkan bahwa paman Jong Un, Jang Song Thaek ditelanjangi dan dimasukkan ke dalam kandang bersama lima komplotannya.
"Kemudian 120 ekor anjing yang kelaparan selama 3 hari, dibiarkan memangsa mereka sampai mereka benar-benar dimakan. Ini disebut 'quan jue'. atau eksekusi oleh anjing," demikian bunyi penggalan artikel Wen Wei Po.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artikel yang diterbitkan pada 12 Desember lalu ini kemudian dikutip oleh media Singapura, Straits Times pada 24 Desember lalu. Namun sayangnya kebenaran dan kevalidan laporan ini tidak bisa dipastikan.
Sebabnya, media-media asal Korea Selatan dan China yang biasa menulis soal Korut, sama sekali tidak melaporkan informasi ini hingga jangka waktu setelah kejadian. Media Australia, Sydney Morning Herald menganalisis bahwa laporan ini kemungkinan besar tidak benar adanya.
Beberapa pertimbangan SMH antara lain, reputasi Wen Wei Po di antara media di Hong Kong sangat diragukan. Menurut standar media Hong Kong, Wen Wei Po dianggap sebagai media yang tidak bisa diandalkan. Kemudian juga menurut studi yang dilakukan baru-baru ini, Wei Wen Po menempatkan peringkat 19 dari total 21 media Hong Kong untuk kategori kredibilitas.
SMH juga menganalisis tidak adanya media China, yang merupakan sekutu dekat Korut, dan media Korsel yang merupakan musuh Korut, yang menuliskan laporan ini. Hal ini cukup aneh mengingat media kedua negara, terutama Korsel selalu gencar melaporkan kekejaman Korut.
Sedangkan mengenai proses eksekusi, menurut SMH, lebih besar kemungkinan paman Jong Un tewas ditembak oleh regu tembak seperti eksekusi mati biasa dilakukan. Terlebih, Jang diadili secara militer sehingga lebih masuk akal jika dia dieksekusi mati oleh regu tembak. Sumber yang dikutip media Korsel yang kredibel pun menyebutkan demikian.
(nvc/gah)










































