Dalam tayangan televisi terlihat, wanita Taiwan bernama Chang An-wei tersebut berjalan ke arah minibus yang diparkir di bandara dekat Taipei, Taiwan setelah dirinya tiba siang waktu setempat. Wanita berumur 58 tahun itu sempat melambai sejenak ke media.
Chang dilaporkan akan dibawa ke rumah sakit di Taipei untuk menjalani pemeriksaan medis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir saya ingin mengatakan, saya sangat berterima kasih kepada militer Filipina yang memberikan pertolongan dan bantuan yang besar untuk menyelamatkan saya. Terima kasih banyak," kata Chang dalam pesannya yang disiarkan sejumlah media Taiwan.
Chang dan suaminya, Hsu Li-min tengah berlibur di pulau Pom Pom di negara bagian Sabah, Malaysia, dekat pulau Sulu, Filipina ketika sekelompok pria bersenjata menyerang pada 15 November lalu. Mereka menculik Chang dan membunuh suaminya.
Menurut media Taiwan, keluarga Chang diduga memberikan uang tebusan sekitar US$ 300 ribu kepada para penculik untuk menjamin pembebasan wanita itu.
(ita/ita)










































