Personel kepolisian setempat melakukan penyisiran di seluruh wilayah Paris, terutama di kawasan terkenal. Mulai dari avenue Champs-Elysees yang ramai orang hingga ke setiap stasiun kereta bawah tanah.
Pelaku diidentifikasi berjenis kelamin laki-laki, berkulit putih, berusia 35-45 tahun dan mengenakan topi. Dia membawa sebuah senapan shotgun jenis 12-gauge. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (19/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku juga dilaporkan sempat membajak sebuah mobil dan memaksa pengemudinya untuk mengantarkannya ke suatu lokasi di dekat Champs-Elysees. Pengemudi tersebut masih dimintai keterangan oleh polisi setempat.
Rumor yang beredar menyebutkan, pelaku juga membawa sejumlah granat bersamanya, selain membawa shotgun yang digunakan dalam penembakan sebelumnya. Namun hal ini masih belum dikonfirmasikan kebenarannya.
Sementara itu, Presiden Prancis Francois Hollande yang sedang melakukan kunjungan ke luar negeri juga memberi pernyataan atas insiden ini. Presiden Hollande memerintahkan aparatnya untuk segera menangkap pelaku.
"Prioritas utama adalah menghentikan ancaman yang masih mengintai nyawa masyarakat, yang berusaha membunuh dan masih bisa melakukan pembunuhan besok atau kapan saja," ucap Presiden Hollande di sela-sela kunjungannya ke Israel dan Palestina.
Seorang wartawan foto yang menjadi korban dalam penembakan ini, dilaporkan dalam kondisi kritis di rumah sakit. Pria berusia 27 tahun tersebut telah menjalani operasi dan masih menjalani perawatan intensif atas luka tembak yang dideritanya.
Motif penembakan dalam kasus ini masih belum diketahui pasti.
(nvc/ita)











































