Peringatan ini disampaikan Presiden Rowhani di hadapan forum think tank di New York, meskipun Iran sendiri merupakan sekutu dekat Suriah. Rowhani tetap menegaskan bahwa pihaknya tidak menerima begitu saja tudingan AS bahwa rezim Suriah telah menewaskan ribuan orang dalam serangan kimia bulan lalu.
"Pemerintah kami mengecam keras penggunaan senjata kimia di Suriah," ujar Rowhani seperti dilansir AFP, Jumat (27/9/2013). Namun Rowhani tidak menyebutkan secara langsung siapa yang bersalah dalam serangan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Isu ini tidak hanya menjadi keprihatinan bagi kami, tapi juga bagi banyak negara lainnya, oleh karena itu dibutuhkan kerjasama dan usaha bersama dalam menemukan solusi politik yang bertahan lama," imbuh Rowhani.
Iran yang dipimpin oleh teokrasi Syiah terang-terangan menentang pemerintah Taliban di Afghanistan yang jelas-jelas menerima militan Al-Qaeda dan memaksakan Islam Sunni. Sedangkan Suriah yang dipimpin oleh Presiden Bashar al-Assad yang cederung sekuler, kini tengah melawan para pemberontak yang didominasi kelompok garis keras Sunni.
Presiden Rowhani tengah berkunjung ke markas PBB dalam rangka menghadiri Sidang Majelis Umum. Dalam kunjungan ini, Rowhani juga mengungkapkan niatnya untuk memperbaiki hubungan Iran dengan negara-negara Barat yang selama ini tegang.
(nvc/ita)











































