"Itu (laporan) akan menyebutkan bahwa memang ada pembantaian kimia... Pastinya akan ada indikasi tentang asal-usul serangan itu," kata Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (12/9/2013).
Tim inspeksi PB tersebut meninggalkan Suriah pada 31 Agustus lalu setelah mengumpulkan sampel-sampel, sebagai bagian dari penyelidikan mereka atas serangan kimia di dekat Damaskus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya rezim yang memiliki cadangan senjata kimia, vektor (penembak) dan kepentingan dalam melakukannya, jadi kami bisa menarik kesimpulan dari itu," tutur Fabius.
Fabius juga mengomentari pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa para pemberontak Suriahlah yang melakukan serangan kimia. "Itu tidak benar. Ini versi yang telah disampaikan Rusia sejak lama. Putin sedang melakukan permainannya," cetus pejabat tinggi Prancis itu.
(ita/ita)











































