Warga Afghanistan Serbu Konsulat Iran Protes Soal Visa, 1 Orang Tewas

Warga Afghanistan Serbu Konsulat Iran Protes Soal Visa, 1 Orang Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 07 Sep 2013 17:15 WIB
Warga Afghanistan Serbu Konsulat Iran Protes Soal Visa, 1 Orang Tewas
Ilustrasi (Reuters)
Kabul - Sekelompok massa yang marah karena masalah visa datang menyerbu kantor Konsulat Iran di Herat, Afghanistan. Mereka melempari gedung konsulat dengan batu dan kayu. Tragis, satu orang tewas dalam insiden ini.

Sekitar 200 demonstran turun ke jalanan kota Herat dan berusaha menyerang kantor Konsulat Iran. Aksi ini dikawal ketat aparat kepolisian setempat, namun para demonstran malah menyerang mereka.

"Polisi berusaha menghentikan mereka, tapi mereka malah menyerang polisi. Satu orang tewas dan beberapa mengalami luka-luka dalam bentrokan ini," ujar wakil kepala kepolisian setempat, Abdul Hamid Hamidi seperti dilansir AFP, Sabtu (7/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak rumah sakit setempat menuturkan, ada empat korban luka yang menjalani perawatan medis. Kepolisian setempat masih menyelidiki insiden ini lebih lanjut.

Secara terpisah, seorang demonstran yang menjadi korban luka menuturkan bahwa mereka berunjuk rasa untuk memprotes soal pengajuan visa. Menurut pria bernama Abdul Rashid ini, konsulat Iran tidak mengabulkan perpanjangan visa mereka tapi juga tidak mengembalikan uang deposit yang sudah mereka bayarkan.

Rashid menuturkan, setiap warga Afghanistan yang ingin mendapatkan visa Iran diwajibkan membayar uang deposit sebesar US$ 400. Di sisi lain, belum ada keterangan dari pihak konsulat Iran terkait hal ini.

Setiap tahunnya, ribuan warga Afghanistan masuk secara ilegal ke wilayah Iran. Penyebabnya, kondisi perekonomian Afghanistan yang terus memburuk akibat kekerasan militan setempat. Pada Mei lalu, penjaga perbatasan Iran menembak mati 10 warga Afghanistan yang mencoba masuk secara ilegal.

(nvc/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini