Sekitar 200 demonstran turun ke jalanan kota Herat dan berusaha menyerang kantor Konsulat Iran. Aksi ini dikawal ketat aparat kepolisian setempat, namun para demonstran malah menyerang mereka.
"Polisi berusaha menghentikan mereka, tapi mereka malah menyerang polisi. Satu orang tewas dan beberapa mengalami luka-luka dalam bentrokan ini," ujar wakil kepala kepolisian setempat, Abdul Hamid Hamidi seperti dilansir AFP, Sabtu (7/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara terpisah, seorang demonstran yang menjadi korban luka menuturkan bahwa mereka berunjuk rasa untuk memprotes soal pengajuan visa. Menurut pria bernama Abdul Rashid ini, konsulat Iran tidak mengabulkan perpanjangan visa mereka tapi juga tidak mengembalikan uang deposit yang sudah mereka bayarkan.
Rashid menuturkan, setiap warga Afghanistan yang ingin mendapatkan visa Iran diwajibkan membayar uang deposit sebesar US$ 400. Di sisi lain, belum ada keterangan dari pihak konsulat Iran terkait hal ini.
Setiap tahunnya, ribuan warga Afghanistan masuk secara ilegal ke wilayah Iran. Penyebabnya, kondisi perekonomian Afghanistan yang terus memburuk akibat kekerasan militan setempat. Pada Mei lalu, penjaga perbatasan Iran menembak mati 10 warga Afghanistan yang mencoba masuk secara ilegal.
(nvc/gah)










































