Seperti dilansir news.com.au, Sabtu (7/9/2013), kandidat Partai Buruh Australia ini menggunakan hak suaranya di tempat pemungutan suara yang ada di Gereja Anglikan St Paul di Brisbane. PM Rudd didampingi istrinya Therese Rein dan juga sejumlah wartawan yang mengikutinya.
Tiba-tiba, seorang pemuda dengan tanda pengenal petugas tempat pemungutan suara melarang para wartawan untuk masuk. Alasannya, tidak ada izin peliputan wartawan dari pihak Komisi Pemilihan Umum Australia (AEC) di lokasi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tampaknya, petugas ini tidak sadar jika dirinya terekam kamera, yang beberapa menyiarkan secara langsung kepada pemirsa nasional di Australia. Rupanya kantor perdana menteri tidak mengkoordinasikan izin bagi wartawan media nasional, setelah menentukan tempat pemungutan suara bagi PM Rudd.
Untungnya adu argumen ini tidak berlangsung lama. PM Rudd meminta media untuk meninggalkan tempat pemungutan hingga ada izin dari AEC. Petugas ini menelepon langsung pihak AEC pusat dan sekitar 10 menit kemudian wartawan diperbolehkan masuk ke dalam tempat pemungutan suara.
Secara terpisah, juru bicara AEC di Queensland menuturkan, pihaknya berusaha keras mencari tempat pemungutan suara yang akan digunakan oleh PM Rudd, namun tidak membuahkan hasil. Ketika PM Rudd tiba-tiba muncul di Gereja Anglikan St Paul pun izin belum dikeluarkan bagi wartawan.
"Kami meneruskan setiap pertanyaan media kepada pihak Partai Buruh," ucapnya. Dalam pemilu Australia, setiap media yang hendak meliput atau mengambil gambar membutuhkan izin rezmi dari pihak AEC.
Sementara itu, PM Rudd tampak menghindari pertanyaan wartawan usai menggunakan hak pilihnya. Saat ditanya oleh News Corp Australia mengenai perasaannya soal kemungkinan menjalani masa-masa terakhirnya menjabat PM Australia, Rudd hanya menampilkan ekspresi wajah datar dan berlalu. Sebelum pulang, Rudd sempat mampir memberi roti dan selai di toko setempat.
Menurut jajak pendapat yang dilakukan Newspoll hari ini dan ditampilkan The Australian menunjukkan keunggulan kandidat oposisi Tony Abbott atas Rudd. Jajak pendapat tersebut menunjukkan bahwa koalisi Liberal/National mengungguli Partai Buruh dengan perolehan 54 persen melawan 46 persen.
Dukungan terhadap Partai Buruh dilaporkan mengalami penurunan sebanyak 33 persen dibandingkan pemilu tahun 2010 lalu. Jajak pendapat tersebut juga menampilkan Abbott yang Ketua Partai Liberal Australia ini lebih diunggulkan menjadi Perdana Menteri Australia yang baru, hampir di seluruh negara bagian Australia.
Sekitar 14 juta warga Australia menggunakan hak suaranya pada Sabtu (7/9) ini. Tempat pemungutan suara di seluruh wilayah dan negara bagian Australia dibuka sejak pukul 08.00 waktu setempat dan akan ditutup pada pukul 18.00 waktu setempat.
(nvc/gah)











































