Surat pengunduran diri tersebut diajukan kepada Perdana Menteri Mesir Hisham Qandil sejak Senin (1/7) kemarin. Namun tidak disebutkan seluruh nama menteri yang mengundurkan diri tersebut. Demikian seperti dilansir Al Arabiya, Selasa (2/7/2013).
Hanya beberapa yang disebutkan, seperti Menteri Pariwisata Hisham Zazou, Menteri Negara Urusan Lingkungan Hidup Khaled Abdel-Aal, Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Atef Helmi, Menteri Negara Urusan Parlemen dan Hukum Hatem Bagato, serta Menteri Perairan Abdel Qawy Khalifa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengunduran diri massal ini terjadi di tengah berlangsungnya unjuk rasa menentang Presiden Morsi. Jutaan demonstran menuntut Presiden Morsi lengser dari jabatan yang baru setahun dipegangnya. Morsi dituding lebih memprioritaskan kepentingan Ikhwanul Muslimin daripada kepentingan rakyat banyak.
Sementara itu, delapan anggota parlemen Mesir juga melakukan hal serupa. Mereka memutuskan mundur dari parlemen demi mendukung rakyat yang mendesak Presiden Morsi mundur.
Salah satu anggota parlemen, Suzy Adly menuturkan alasan pengunduran dirinya karena pemerintah tidak menanggapi permintaan rakyat untuk menggelar pemilu lebih awal. "Saya ingin memprotes pertumpahan darah di Mesir dan pemerintah sama sekali tidak merespons jutaan rakyat Mesir yang meluapkan kemarahannya," tandas Adly seperti dikutip Al Ahram.
(nvc/ita)











































