Dalam laporan terbaru komisi penyelidik HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), disebutkan bahwa pasukan pemerintah dan para milisi pro-pemerintah telah melakukan pembunuhan, penyiksaan, pemerkosaan dan tindakan-tindakan tak manusiawi lainnya.
"Konflik di Suriah telah mencapai level baru kebrutalan. Kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan dan pelanggaran HAM berat terus berlanjut," demikian disampaikan dalam laporan setebal 29 halaman tersebut seperti dilansir Reuters, Selasa (4/6/2013).
Disebutkan bahwa para pemimpin Suriah harus dimintai pertanggungjawaban karena memerintahkan kebijakan, yang mencakup pengepungan dan pengeboman kota-kota dan eksekusi mati warga sipil.
Dalam laporan terbaru itu juga disebutkan, para pemberontak Suriah dan militan-militan asing pendukungnya telah membunuh warga sipil serta menangkapi tentara-tentara.
Namun disebutkan, kejahatan perang yang dilakukan pemberontak, termasuk pembunuhan, penyiksaan dan penyanderaan itu, tidaklah sebanding dengan apa yang telah dilakukan pasukan pemerintah dan para milisi sekutunya.
Dalam laporan terbaru itu juga disebutkan, para penyelidik telah menerima laporan-laporan bahwa pasukan pemerintah Suriah dan pemberontak menggunakan senjata kimia. Namun sebagian besar kesaksian menyebut soal penggunaan senjata terlarang itu oleh pasukan rezim Suriah.
(/)











































