"Kita hari ini telah melihat statemen Korut, yang lagi-lagi membuat ancaman-ancaman tak berguna dan tidak konstruktif," ujar juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Caitlin Hayden seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (4/4/2013).
Dikatakan Hayden, statemen-statemen provokatif itu hanya akan semakin mengucilkan Korut dari komunitas internasional dan mengganggu tujuan pembangunan ekonominya. "Korut harus menghentikan ancaman-ancaman provokatifnya dan sebaiknya berkonsentrasi pada mematuhi kewajiban internasionalnya," tandas Hayden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Militer Korut bahkan mengingatkan bahwa perang bisa terjadi hari ini atau besok. "Operasi tiada ampun pasukan bersenjata revolusioner kami dalam hal ini telah dianalisa secara final dan diratifikasi," demikian statemen militer Korut.
Ancaman ini disampaikan Korut seiring upaya Washington meningkatkan pertahanan rudalnya di Pasifik. AS akan mengirimkan rudal-rudal pencegat ke Guam dan mengerahkan dua kapal penghancur Aegis ke wilayah tersebut.
Bulan lalu, Korut juga telah mengancam akan melancarkan serangan nuklir preemtif terhadap Amerika Serikat. Bahkan pekan lalu, komando tertinggi militer Korut memerintahkan unit-unit roket strategis untuk disiagakan.
(/)











































