"Hizbullah menyampaikan solidaritas penuh dengan kepemimpinan, militer dan rakyat Suriah," demikian statemen Hizbullah seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (31/1/2013).
Menurut sumber-sumber Hizbullah, jet-jet tempur Israel membombardir sebuah konvoi kendaraan dekat perbatasan Suriah dengan Libanon. Konvoi kendaraan tersebut diduga mengangkut senjata-senjata untuk Hizbullah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hizbullah, seragan Israel itu menunjukkan bahwa konflik di Suriah merupakan bagian dari rencana untuk "menghancurkan militernya dan menggagalkan perang pentingnya dalam perlawanan terhadap Israel."
Sebelumnya, pemerintah Rusia juga mengecam serangan udara yang dilancarkan Israel terhadap Suriah. Serangan itu jelas-jelas merupakan pelanggaran Piagam PBB dan tak bisa diterima.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan sangat prihatin akan klaim Suriah bahwa pusat militernya telah digempur oleh jet tempur Israel. Bom-bom udara juga dijatuhkan di dekat perbatasan Libanon dan Suriah.
"Jika informasi ini benar, maka kita berurusan dengan serangan tak beralasan terhadap target-target yang berlokasi di wilayah sebuah negara berdaulat, yang terang-terangan melanggar Piagam PBB dan tak bisa diterima, apapun motif yang digunakan untuk justifikasinya," demikian statemen Kementerian Luar Negeri Rusia.
Rusia pun kembali menyerukan semua pihak di Suriah untuk menghentikan aksi-aksi kekerasan yang telah menelan banyak korban jiwa itu. Menurut badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 60 ribu orang telah tewas sejak konflik Suriah pecah pada Maret 2011 lalu.
(ita/nrl)










































