Tak terima dengan perlakuan itu, orangtua sang anak menggugat kepolisian dan pemerintah kota New York senilai US$ 250 juta. Keluarga tersebut mengajukan gugatan itu pekan lalu.
Namun insiden yang terjadi pada November 2012 ini, baru terangkat ke permukaan setelah ibu sang bocah merilis foto anaknya yang sedang diborgol itu ke media New York Post, Rabu (30/1) waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi kemudian dihubungi dan tiba di sekolah untuk menangkap anak laki-laki itu. Reyes pun diborgol dan diinterogasi polisi di sebuah ruangan di sekolah selama sekitar empat jam. Setelah itu, Reyes pun diangkut polisi dan kembali diinterogasi di kantor polisi selama sekitar enam jam.
Dalam berkas persidangan dituliskan bahwa Reyes "diborgol, diserang secara verbal, fisik dan emosional, serta diintimidasi, dihina, dan dipermalukan." Ibu Reyes pun melampirkan foto anaknya ketika sedang diborgol.
Namun sumber kepolisian New York menegaskan, tindakan polisi sudah sesuai prosedur standar. "Kami merespons panggilan 911 soal perampokan dan penyerangan... Akhirnya dia dijemput dari lokasi dan ditempatkan di ruangan anak," ujar sumber itu.
Sumber kepolisian lainnya mengungkapkan, Reyes tidaklah sepolos penampilannya. Menurut teman-teman sekolahnya, Reyes kerap mem-bully anak yang menuduh Reyes mencuri uang US$ 5 tersebut.
(ita/nrl)











































