Pukuli Anak Hingga Tewas, Suami Istri di Taiwan Ditangkap Polisi

Pukuli Anak Hingga Tewas, Suami Istri di Taiwan Ditangkap Polisi

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 21 Jan 2013 15:48 WIB
Pukuli Anak Hingga Tewas, Suami Istri di Taiwan Ditangkap Polisi
Ilustrasi
Taipei - Sepasang suami-istri di Taipei, Taiwan ditangkap polisi karena menghukum anaknya hingga tewas. Orangtua ini memukuli anak laki-lakinya yang berusia 11 tahun dengan tongkat rotan, setelah ketahuan mencuri uang.

Sang ayah yang bermarga Chien dan sang ibu kini dalam penahanan kepolisian Taichung City, Taipei. Keduanya ditahan karena diyakini terlibat dalam kematian putra mereka. Demikian seperti dilansir Asia One, Senin (21/1/2013).

Sehari-hari Chien yang berusia 42 tahun ini bekerja sebagai salah satu staf di perusahan telekomunikasi setempat. Namun khusus pada akhir pekan, Chien membantu sang istri mengelola restoran yang mereka miliki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah media setempat melaporkan, anak tersebut memiliki kebiasaan buruk, yakni gemar mencuri uang dari restoran orangtuanya. Hingga pada Jumat (18/1) lalu, kedua orangtuanya mengetahui uang mereka kembali dicuri.

Merasa kesal, orangtua ini memberikan hukuman fisik bagi anaknya. Terlebih setelah sang anak menolak untuk memberitahu mereka di mana dia menyembunyikan uang yang dicurinya. Mereka memukuli bocah yang tidak disebutkan namanya ini dengan tongkat rotan selama 2 jam nonstop.

Hingga pada Sabtu (19/1) pagi, sang ibu menemukan anaknya tergeletak tak bernyawa di tempat tidurnya.

Orangtua bocah tersebut kemudian membawa anaknya ke rumah sakit terdekat. Dokter berusaha untuk menyelamatkan nyawa bocah tersebut tapi sayang tidak berhasil. Dokter menyatakan bocah tersebut telah meninggal.

Pihak rumah sakit kemudian melaporkan kasus ini ke polisi. Terutama setelah menemukan adanya luka lebam dan memar di punggung bocah tersebut dan sejumlah bagian tubuh lainnya.

Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian setempat. Jaksa wilayah setempat menyatakan, autopsi akan dilakukan untuk mencari tahu penyebab kematian bocah tersebut.

(nvc/ita)


Berita Terkait