Sebagian besar korban tewas tertimbun longsoran tanah, dalam insiden yang terjadi pada Jumat (11/1) waktu setempat ini. Kantor berita resmi China, Xinhua melaporkan bahwa tanah longsor ini menimbun sekitar 16 rumah warga di desa Gaopo, Provinsi Yunan, China.
Dilaporkan juga bahwa sekitar 19 anak juga ikut menjadi korban tanah longsor ini. Demikian seperti dilansir AFP, Sabtu (12/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari 1.000 petugas penyelamat diterjunkan ke lokasi untuk membantu upaya pencarian korban. Hal ini karena daerah yang terkena longsor cukup luas, yakni mencapai panjang 300 meter dan lebar 80 meter, dengan kedalaman sekitar 39 meter.
Sejumlah foto yang diunggah oleh situs pemerintah setempat, menunjukkan bagaimana para petugas penyelamat berjibaku dengan cuaca dingin terus menggali timbunan tanah untuk mencari korban. Upaya penyelamatan semakin sulit karena salju terus turun di wilayah perbukitan tersebut.
"Tanah longsor, yang membawa ratusan ribu kubik meter lumpur ke desa ini, menimbun nyaris seluruh rumah warga," tutur salah seorang petugas penyelamat, Sun Anfa.
Laporan investigasi awal menunjukkan, tanah longsor ini dipicu oleh turunnya hujan dan salju yang tak kunjung berhenti di wilayah tersebut. Longsoran tanah sebagian besar berupa lumpur.
Provinsi Yunan, yang terletak berbatasan dengan Myanmar, Thailand, Laos dan Vietnam ini tergolong daerah miskin di China. Sebagian besar rumah warga ini di wilayah ini dibangun seadanya dan sangat rapuh jika dilanda bencana alam.
(nvc/asp)











































