Pesawat Fokker 100 tersebut jatuh di lapangan dekat bandara Heho saat kabut tebal menyelimuti pada Selasa, 25 Desember kemarin. Bandara tersebut merupakan pintu masuk ke destinasi wisata populer Inle Lake. Dalam insiden ini, ekor pesawat patah dan kemudian terbakar.
Salah seorang penumpang yang merupakan pemandu tur berkebangsaan Myanmar tewas dalam insiden itu. Korban jiwa lainnya adalah seorang pengendara motor yang tengah melintas di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami masih bekerja untuk menemukan penyebabnya," kata wakil direktur jenderal Departemen Aviasi Sipil Win Swe Tun yang memimpin investigasi kecelakaan ini, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (26/12/2012).
Dikatakannya, pesawat tua tersebut tampaknya telah menabrak tiang listrik saat mendekati bandara. Pesawat tersebut mengangkut 71 orang. "70 dari 71 orang di dalam pesawat selamat dan satu meninggal, ini sangat langka," imbuhnya.
Pihak Air Bagan menyebut insiden ini sebagai "pendaratan darurat". Seorang saksi mata menyebutkan, kobaran api telah terlihat di pesawat sebelum pesawat jatuh.
"Kami mengikuti pesawat itu karena terbakar saat terbang," kata seorang warga desa bernama Phoe La Pyae (27). "Ketika kami melihat pesawat itu, sayap sudah patah," imbuhnya. "Itu sangat mujur. Seandainya pintu keluar darurat tidak dibuka, tak ada yang akan selamat," tuturnya.
(ita/nrl)











































