Korban tewas dalam kecelakaan pesawat jet komersial Myanmar milik Air Bagan bertambah menjadi dua orang dan 11 orang luka. Informasi dari Kemlu RI menyatakan, tidak ada korban WNI dalam kecelakaan pesawat yang penuh turis itu.
Asap hitam mengepul dari puing-puing pesawat, yang mendarat di lapangan 3 km dari bandara Heho tersebut. Bandara Heho merupakan pintu masuk menuju lokasi wisata Danau Inle yang terkenal. Demikian diberitakan AFP, Selasa (25/12/2012).
Seorang bocah 11 tahun warga negara Myanmar tewas saat pesawat Fokker-100 yang telah menua itu berusaha mendarat darurat dalam cuaca berkabut tebal. Pendaratan itu membuat ekor pesawat rontok dan memicu kebakaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua warga AS, seorang perempuan Inggris dan seorang pria Korea dan korban luka lainnya dibawa ke rumah sakit terdekat di Taunggyi. Korban luka termasuk dua pilot pesawat.
Sementara itu, Direktur Infomed Kemlu RI PLE Priatna saat dikontak detikcom telah mendapatkan kabar dari Myanmar terkait kecelakaan itu. "Sejauh ini tidak ada WNI yang menjadi korban kecelakaan pesawat tersebut," ujarnya.
Kementerian Informasi Myanmar mengatakan pada situsnya bahwa pesawat itu mendarat di lapangan di samping landasan pacu bandara karena cuaca buruk.
"Karena pendaratan darurat di dekat bandara, pesawat patah di tengah," kata seorang pejabat pemerintah kepada AFP.
(nrl/nwk)










































