Iran Akui Batal Menyerang Usai Ukraina Minta Maaf

Iran Akui Batal Menyerang Usai Ukraina Minta Maaf

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 04 Agu 2026 12:08 WIB
Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, yang merupakan penasihat senior untuk pemimpin tertinggi Iran (dok. REUTERS/Mohammed Salem)
Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, yang merupakan penasihat senior untuk pemimpin tertinggi Iran (dok. REUTERS/Mohammed Salem)
Teheran -

Iran mengakui telah membatalkan rencana serangan yang dipersiapkan untuk menargetkan tiga lokasi di wilayah Ukraina, untuk membalas serangan terhadap kapal komersial Teheran di Laut Kaspia yang memakan korban jiwa.

Pembatalan serangan dilakukan setelah otoritas Kyiv menyampaikan "permintaan maaf" kepada Teheran, dan mengakui bahwa serangan tersebut tidak disengaja.

Pengakuan itu, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (4/8/2026), disampaikan oleh penasihat militer senior untuk pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Mohsen Rezaei, dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran pada Senin (3/8) waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rezaei mengatakan bahwa Angkatan Bersenjata Iran sebenarnya telah merampungkan persiapan untuk serangan terhadap target-target di Ukraina, namun operasi militer itu akhirnya dibatalkan.

Pernyataan ini disampaikan setelah Iran menuduh Ukraina, pada 25 Juli lalu, telah menyerang sebuah kapal komersial Teheran di Laut Kaspia, yang menewaskan satu awak kapal dan melukai satu awak lainnya.

Dalam wawancara tersebut, Rezaei juga menegaskan bahwa Iran tidak akan mengizinkan rute pelayaran apa pun melintasi Selat Hormuz, selain jalur yang telah ditetapkan oleh Teheran.

Dia memperingatkan bahwa setiap kapal angkatan laut yang bermusuhan berupaya melewati "jalur ilegal" di Selat Hormuz, akan menjadi target serangan Iran.

Rezaei juga mengklaim bahwa Teheran tidak menimbulkan kerugian besar bagi pasukan militer Amerika Serikat (AS) selama konflik 17 hari yang berlangsung baru-baru ini. Menurut Rezaei, serangan-serangan rudal dan drone Iran telah menggagalkan tujuan militer Washington.

Ukraina Akui Tak Sengaja Serang Kapal Iran, Teheran Tuntut Ganti Rugi

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi sebelumnya mengatakan bahwa Ukraina telah meminta maaf dan mengakui jika serangan di Laut Kaspia itu terjadi secara "tidak sengaja", juga Kyiv tidak menginginkan adanya eskalasi lebih lanjut.

Kendati demikian, Araghchi menuntut ganti rugi dari Ukraina untuk serangan yang memicu korban jiwa dan kerusakan tersebut. Dia menegaskan bahwa serangan terhadap warga negara atau kepentingan nasional Iran merupakan hal yang "tidak dapat diterima".

"Harus ada ganti rugi atas kerugian yang terjadi," ujar Menlu Iran tersebut.

Tonton juga video "Iran Siapkan Rute Aman Pelayaran di Selat Hormuz untuk Oman"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait