Seperti dilansir AFP, Kamis (8/11/2012), polling ini dilakukan National Coalition for Asian Pacific American Community Development bekerjasama dengan Asian American Legal Defense and Education Fund. Polling dilakukan terhadap 804 warga AS keturunan Asia.
Hasilnya menunjukkan, sebanyak 72 persen warga AS keturunan Asia menggunakan hak suaranya untuk Obama. Berdasar polling tersebut, terungkap alasan mereka memilih Obama, yakni lebih karena tergerak oleh kampanye kandidat incumbent tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika narasi kampanye Obama menarik perhatian para pemilih Asia-Amerika, Mitt Romney kehilangan kesempatannya untuk menawarkan daya tarik langsung bagi komunitas ini," ujar Direktur Eksekutif National Coalition for Asian Pacific American Community Development, Lisa Hasegawa.
Meskipun jumlahnya minoritas, namun kalangan warga keturunan Asia-Amerika merupakan kelompok masyarakat yang tumbuh dengan cepat dan menyumbang sekitar 3,4 persen suara dari totol suara yang terhitung pada pilpres 2012. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan pilpres 2008 lalu yang hanya mencapai 2,7 persen.
Selain didukung warga keturunan Asia-Amerika, Obama juga mendapat dukungan besar dari para pemilih keturunan kulit hitam dan keturunan Hispanik, yang mayoritas dari Amerika Latin. Saking besarnya, bahkan dukungan mereka mampu membantu Obama mengalahkan Romney yang didukung mayoritas warga kulit putih AS.
"Tak perlu dipertanyakan lagi bahwa ketiga kelompok minoritas ini mampu memberikan selisih kemenangan yang besar bagi Obama secara nasional, maupun di sejumlah negara bagian," ucap peneliti dari Latino Decisions, Matt Barreto.
Dalam pilpres yang digelar 6 November lalu, Obama berhasil mengalahkan penantangnya dari partai Republik, Mitt Romney. Obama berhasil meraih 303 suara Electoral College sementara Romney mendapat 206 suara Electoral College. Sesuai sistem pilpres AS, capres harus meraih minimal 270 suara Electoral College untuk menduduki Gedung Putih.
(nvc/ita)











































