Paus Leo XIV memulai perjalanan apostoliknya ke Afrika dengan mengunjungi Aljazair. Paus Leo menyapa warga Aljazair dengan mengucapkan assalamualaikum hingga mengunjungi Masjid Agung di Aljir, Aljazair.
Dilansir Vatican News dan AFP, Jumat (17/4/2026), Paus Leo tiba di Aljazair pada Senin (13/4). Mengawali kunjungan, Paus Leo memberikan penghormatan kepada para korban perang kemerdekaan Aljazair dari Prancis tahun 1954-1962 di Monumen Martir Aljazair.
Pada pembukaan pidato, Paus Leo mengucapkan assalamualaikum. Paus Leo bersyukur bisa mengunjungi Aljazair.
"Saudara-saudari Aljazair yang terkasih, semoga kedamaian menyertai Anda, assalamualaikum. Saya bersyukur kepada Tuhan karena telah memberi saya kesempatan untuk mengunjungi negara Anda," kata Paus Loe mengawali pidatonya.
Baca juga: Tak Sudah-sudah Trump Senggol Paus Leo |
Paus Leo memberikan penghormatan kepada para korban perang kemerdekaan Aljazair. Dia menyerukan pengampunan.
"Di tempat ini, marilah kita ingat bahwa Tuhan menginginkan perdamaian bagi setiap bangsa," katanya.
Selanjutnya, Paus Leo mengunjungi Istana Kepresidenan Aljazair. Setelah itu, dia menyambangi Masjid Agung Aljir.
Kunjungi Masjid Agung di Aljir
Setiba di Majid Agung Aljir, Paus Leo disambut oleh Imam Masjid, Mohamed Mamoun al Qasim. Paus Leo menyempatkan sejenak untuk melakukan renungan di dalam masjid dan didampingi oleh Imam Masjid.
"Saya berterima kasih atas refleksi ini dan atas kata-kata penting selama kunjungan ini, dari sebuah tempat yang mewakili ruang menjadi milik Tuhan, sebuah ruang ilahi dan suci, di mana banyak orang datang untuk berdoa dan mencari kehadiran Yang Maha Tinggi dalam hidup mereka," kata Puas Leo.
Paus juga menyoroti peran ganda kompleks masjid tersebut, baik sebagai pusat keagamaan maupun intelektual, serta menekankan pentingnya pengembangan pengetahuan manusia untuk lebih memahami ciptaan dan martabat manusia.
Paus Leo juga mengikuti sesi foto bersama di masjid serta penandatanganan Buku Kehormatan di mana Paus menuliskan: "Semoga rahmat Yang Maha Tinggi menjaga rakyat Aljazair dan seluruh umat manusia dalam damai dan kebebasan."
Selama kunjungannya, Paus didampingi oleh Kardinal George Jacob Koovakad, Prefek Dikasteri untuk Dialog Antaragama, dan Jean-Paul Vesco, Uskup Agung Aljir.
Paus Leo XIV dan Imam Masjid Agung Aljazair Mohamed Mamoun al Qasim. (Photo by Simone Risoluti - Vatican Media via Vatican Pool/Getty Images) Foto: Getty Images/Vatican Pool |
Tentang Masjid Agung Aljir
Masjid Agung Aljir dibangun atas perintah mantan Presiden Aljazair, Abdelaziz Bouteflika, sebagai bagian dari visinya tentang religiusitas moderat. Masjid ini merupakan masjid terbesar ketiga di dunia, mampu menampung hingga 120.000 jamaah.
Menara masjid mencapai ketinggian 267 meter, menjadikannya menara tertinggi di dunia. Sementara ruang salat utama dihiasi kubah besar berdiameter 50 meter dan tinggi 70 meter.
Great Mosque of Algiers (Photo by FETHI BELAID / AFP) |
Pada bagian luarnya menggabungkan elemen dekoratif batu dengan panel aluminium emas yang menciptakan efek visual yang mencerminkan motif artistik tradisional Arab.
Di luar perannya sebagai tempat ibadah, kompleks masjid ini mengintegrasikan berbagai fungsi budaya dan akademik. Kompleks ini mencakup perpustakaan, pusat penelitian, museum, kantor administrasi, taman, teras panorama, restoran, dan fasilitas parkir.













































