Peti jenazah Sihanouk pagi tadi telah dibawa dari Beijing menuju bandara kota tersebut dengan diiringi oleh konvoi sekitar 20 kendaraan.
Di Phnom Penh, foto-foto besar Sihanouk yang tersenyum dipasang di sepanjang jalan-jalan utama ibukota. Banyak warga, baik tua maupun muda berdiri di pinggir-pinggir jalan sembari mengenakan pakaian putih dan membawa bendera kecil Kamboja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berharap untuk melihat jasad raja. Saya ingin melihat wajahnya untuk terakhir kali," kata Mean Pichavisa yang berada di luar istana kerajaan di Phnom Penh seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (17/10/2012).
Dikatakan remaja berumur 16 tahun itu, dirinya akan terus berada di luar istana untuk menyaksikan kepulangan jasad Sihanouk.
Sihanouk yang tetap populer meski telah turun takhta sejak tahun 2004 lalu, akan disemayamkan di istana kerajaan selama tiga bulan sebelum dimakamkan.
Semasa berkuasa, Sihanouk dikenal dekat dengan tokoh revolusi China Mao Zedong dan Zhou Enai. Setelah turun takhta, Sihanouk yang memiliki sejumlah masalah kesehatan kerap berkunjung ke China untuk menjalani serangkaian perawatan medis. Dia bahkan telah menempati kediamannya di Beijing sejak Januari lalu, dengan didampingi istri keenamnya, Monique.
(ita/nrl)










































