"Presiden Nasheed dijemput dari para pendukungnya yang memprotes (penangkapan), ditangkap dan dibawa pergi dari Fares-Mathoda," kata juru bicara partai Nasheed, Partai Demokrat Maladewa, Hamid Abdul Ghafoor seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (8/10/2012).
Penangkapan mantan pemimpin Maladewa itu dilakukan setelah pengadilan khusus pada Minggu, 7 Oktober kemarin memerintahkan kepolisian menangkap Nasheed, yang telah menantang legalitas pengadilan pidana terhadap dirinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pejabat pengadilan mengungkapkan, surat penangkapan tersebut meminta polisi untuk terus menahan Nasheed hingga dia tampil di persidangan.
Nasheed mengundurkan diri sebagai presiden pada Februari lalu setelah apa yang disebutnya sebagai kudeta. Maladewa yang lebih dikenal sebagai tujuan wisata mewah, sejak itu telah diguncang aksi-aksi demo dan insiden kekerasan.
Kasus yang menjerat Nasheed berpusat pada sejumlah keputusan Nasheed untuk mengirim militer guna menangkap seorang hakim senior awal tahun ini. Hal itu memicu protes anti-pemerintah yang berpuncak pada pemberontakan polisi dan kejatuhan Nasheed.
Jika terbukti bersalah, Nasheed bisa dipenjara atau dibuang ke sebuah pulau terpencil selama tiga tahun. Nasheed yang memenangi pemilu demokratis Maladewa pertama tahun 2008, menyatakan dirinya tak akan mendapatkan pengadilan yang adil dalam kasus ini.
(ita/nrl)











































