Bicara Soal Nuklir Iran, Netanyahu Bawa Spidol Merah & Gambar Bom

Bicara Soal Nuklir Iran, Netanyahu Bawa Spidol Merah & Gambar Bom

- detikNews
Jumat, 28 Sep 2012 12:03 WIB
Bicara Soal Nuklir Iran, Netanyahu Bawa Spidol Merah & Gambar Bom
Reuters
New York, - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu kembali berbicara soal 'garis merah' bagi pengembangan program nuklir Iran dalam Sidang Umum PBB. Namun kali ini, Netanyahu membawa alat peraga, yakni sebuah gambar karikatur bom dan spidol merah, kemudian menggambar garis merah pada gambar tersebut.

Garis merah ini, menurut Netanyahu, mampu menghambat Iran untuk mengembangkan program nuklirnya secara menyeluruh. Dengan adanya garis merah ini, lanjutnya, ancaman yang ditimbulkan Iran terhadap komunitas internasional akan musnah.

Garis merah ini yang ditolak oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Hal tersebut disampaikan oleh Netanyahu saat berpidato dalam Sidang Umum PBB di New York, AS pada Kamis (27/9) waktu setempat, seperti dilansir Fox News, Jumat (28/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam gambar karikatur bom tersebut, terpapar tahapan-tahapan pengembangan bom nuklir oleh Iran. Dari bawah ke atas, dipaparkan tahapan pertama, pengembangan program nuklir Iran mencapai 70 persen. Kemudian tahapan kedua, pengembangan program nuklir Iran mencapai 90 persen. Paling atas merupakan tahapan akhir yakni saat Iran berhasil menyelesaikan bom nuklirnya. Netanyahu pun menggambar garis merah dengan spidol di antara tahapan kedua dan tahapan akhir.

"Iran masih dalam tahap 70 persen dan menuju ke tahapan kedua. Musim panas mendatang, pada level pengayaan (uranium), mereka akan mampu menyelesaikan pengayaan tingkat menengah dan beranjak ke tahapan akhir. Dari situ hanya ada waktu selama beberapa minggu sebelum mereka berhasil menciptakan sebuah bom secara penuh," jelas Netanyahu, seperti dikutip ynetnews.com.

Netanyahu berulang kali menegaskan, waktu untuk menghentikan program nuklir Iran tidak banyak. Satu-satunya cara yakni menggunakan kekuatan militer terhadap Iran, menurutnya, harus benar-benar dipertimbangkan.

"Saya yakin bahwa dengan adanya garis merah yang jelas, Iran akan -- dan hal ini akan bisa memberi banyak waktu untuk cara-cara diplomasi dan sanksi," tegasnya.

Terakhir, Netanyahu menyatakan bahwa "Garis merah tidak akan memicu perang; garis merah mencegah perang."

Beragam tanggapan muncul dari publik, terutama di dunia maya melalui jejaring media sosial Twitter. Sejumlah pengguna Twitter menciptakan gambar-gambar parodi Netanyahu yang membawa gambar karikatur bom tersebut. Yang paling marak mengkritisi soal pemilihan gambar bom bergaya kartun yang digunakan Netanyahu.

Para pengguna Twitter bertanya-tanya dari mana gambar kartun bom tersebut diambil. Super Mario? Daffy Duck? Spy vs Spy? The Washington Post bahkan mengutip seorang penulis kolom Alexandra Petri yang mengaku sebagai penggemar 'konsep lelucon'. Namun dia bertanya-tanya apa motif Netanyahu menggunakan gambar tersebut.

"Apakah pilihan gambar bom yang terlihat konyol ini, diputuskan begitu saja untuk menggunakan gambar kartun bom... Atau memang sudah direncanakan sebelumnya, demi menciptakan kesan gambar yang tidak bisa dilupakan dan akan dibicarakan oleh setiap orang," tutur Petri seperti dilansir media Israel, Haaretz.


(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads