Dituding Terlibat Kelompok Ekstremis di Turki, Mahasiswi Prancis Diadili

Dituding Terlibat Kelompok Ekstremis di Turki, Mahasiswi Prancis Diadili

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 26 Sep 2012 19:02 WIB
Dituding Terlibat Kelompok Ekstremis di Turki, Mahasiswi Prancis Diadili
Sevil Sevimli (AFP)
Istanbul, - Seorang mahasiswi Prancis harus diadili di Turki karena diduga terlibat dengan jaringan kelompok ekstremis. Mahasiswi berusia 20 tahun ini bahkan sempat mendekam selama 3 bulan di dalam penjara setempat.

Sevil Sevimli ditangkap oleh kepolisian Turki pada Mei lalu dengan tuduhan berkolusi dengan dengan kelompok teroris. Gadis keturunan Prancis-Turki ini kemudian dijebloskan ke dalam bui selama 3 bulan sebelum akhirnya dibebaskan pada Agustus lalu.

Hari ini, Sevimli menjalani sidang perdana bersama dengan 5 terdakwa lainnya. Dakwaan yang dijeratkan kepada Sevimli membuatnya terancam hukuman maksimal 32 tahun penjara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami di sini karena alasan yang konyol. Mudah-mudahan saya dibebaskan sesegera mungkin tapi saya kira hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat," ujar Sevimli kepada wartawan sebelum sidang dimulai, seperti dilansir Asia One, Rabu (26/9/2012).

Meski tidak dalam penahanan, namun Sevimli dilarang untuk meninggalkan wilayah Turki selama masa persidangannya masih berjalan.

Dalam persidangan, jaksa penuntut mendakwa Sevimli memiliki kaitan dengan jaringan ekstremis Revolutionary People's Liberation Party-Front (DHKP-C), yang dikategorikan sebagai organisasi terorisme oleh pemerintah AS dan Uni Eropa. Sejak tahun 1976, DHKP-C disebut-sebut berada di balik serangkaian serangan terhadap pemerintah Turki yang menewaskan puluhan orang, termasuk 2 orang purnawirawan jenderal dan seorang mantan Menteri Kehakiman Turki.

Sevimli ditangkap usai menghadiri parade Hari Buruh di Istanbul, yang menuntut pendidikan gratis di Turki. Saat itu dia juga menghadiri sebuah konser musik Grup Yorum, yang merupakan band beraliran sayap kiri,

Sevimli lahir di Prancis dari orang tua yang berasal dari Kurdi Turki. Sevimli tengah menyelesaikan kuliahnya di Turki dalam program pertukaran pelajar antar-Eropa.

(nvc/nrl)


Berita Terkait