Profesor bernama Syed Golam Maola ini ditahan polisi setempat pada Senin (24/9) malam waktu setempat. Maolo dikenal sebagai profesor yang mengajar Ilmu Manajemen di Universitas Dhaka yang ternama di Bangladesh.
Penangkapan Maola dilakukan setelah tim anti-terorisme menginterogasi seorang aktivis yang ikut serta dalam unjuk rasa memprotes film kontroversial tersebut di ibukota Dhaka pada Senin (24/9). Si aktivis ternyata merupakan anggota kelompok militan yang dilarang di Bangladesh.
"Kami menahan seorang demonstran muda dari Hizb ut-Tahrir dalam unjuk rasa tersebut. Beberapa saat kemudian, kami menahan Maola berdasar informasi awal yang kami peroleh darinya (demonstran muda-red)," ujar juru bicara Kepolisian Dhaka Masudur Rahman kepada AFP, Rabu (26/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa minggu terakhir, sejumlah kelompok Islam di Bangladesh menggelar serangkaian unjuk rasa di Dhaka untuk memprotes film 'Innocence of Muslims'. Namun aksi-aksi tersebut tidak berhasil digelar di dekat Kedubes AS karena aparat selalu menghadang mereka. Namun aksi unjuk rasa yang terjadi Senin kemarin, mengejutkan aparat setempat.
Kelompok Hizb ut-Tahrir merupakan kelompok militan global yang ingin menggabungkan negara-negara muslim dunia di bawah satu negara Islam. Kelompok militan ini dilarang di sejumlah negara, termasuk Bangladesh.
(nvc/ita)











































