Seperti yang diberitakan oleh Reuters, Sabtu (22/9/2012), Ansar Al-Sharia dianggap bertanggung jawab oleh demonstran atas kematian Stevens.
Massa yang berjumlah ratusan orang menyerbu markas Ansar Al-Sharia dengan bersenjatakan senjata tajam maupun batu. Ansar Al-Sharia kerap dihubungkan dengan penyerbuan Kedubes AS, mesk kelompok afiliasi Al Qaeda itu sudah membantahnya.
Rentetan senjata terdengar dari arah markas Ansar Al-Sharia yang berusaha mempertahankan markasnya. Namun hal itu tidak berlangsung lama karena para demonstran bisa memaksa para milisi bersenjata itu angkat kaki.
"Katakan tidak pada Ansar Al-Sharia, Benghazi akan jadi neraka bagimu," tutur seorang demonstran yang berteriak-teriak senang usai penyerbuan itu.
Usai menguasai markas Ansar Al-Sharia, demonstran lalu membakar mobil dan bendera mereka. Massa juga menjarah berbagai macam barang yang ditinggal kabur anggota kelompok Ansar Al-Sharia.
"Jangan ada lagi Al Qaeda! Darah yang tumpah demi kebebasan tidak akan sia-sia," demikian pekik massa yang merayakan kemenangannya.
Belum ada keterangan resmi soal penyerbuan ini. Namun diduga, massa yang terkoordinir ini merupakan gabungan dari polisi, tentara, dan para aktivis.
"Setelah yang terjadi di konsulat Amerika, rakyat Benghazi sudah cukup terhadap para ekstrimis," tutur demonstran Hassan Ahmed.
Belum diketahui secara resmi korban yang jatuh akibat penyerbuan ini. Namun informasi dari rumah sakit, sedikitnya 1 orang tewas dan 20 lainnya mengalami luka-luka karena kejadian ini.
(gah/mok)











































