"Kami memiliki pertanyaan soal pertimbangan apa yang mendasari publikasi semacam ini," ujar juru bicara Gedung Putih Jay Carney seperti dilansir Herald Sun, Kamis (20/9/2012).
Namun Carney menambahkan, alasan dan pertimbangan apapun yang digunakan oleh majalah Charlie Hebdo tidak bisa digunakan sebagai pembenaran atas aksi kekerasan memprotes kartun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Majalah mingguan Prancis Charlie Hebdo menerbitkan kartun Nabi Muhammad di tengah gelombang aksi protes atas film anti-Islam 'Innocence of Muslims' di berbagai belahan dunia. Tindakan majalah ini tentu saja semakin memperkeruh suasana.
Akibat hal ini, pemerintah Prancis terpaksa meningkatkan keamanan di seluruh kantor kedutaannya yang ada di berbagai negara. Kemudian khusus untuk hari Jumat (21/9) besok, seluruh Kedutaan Besar, Konsulat, Pusat Kajian Budaya maupun Sekolah Internasional Prancis yang ada di 20 negara akan ditutup.
Langkah ini diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Prancis sebagai bentuk antisipasi terhadap reaksi yang mungkin muncul atas publikasi kartun Nabi Muhammad tersebut.
(/)
