Pengakuan Netanyahu Lobi Negara Lain untuk Tampung Warga Gaza

Pengakuan Netanyahu Lobi Negara Lain untuk Tampung Warga Gaza

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2026 20:07 WIB
NEW YORK, NEW YORK - SEPTEMBER 24: Prime MinisterofIsraelBenjamin Netanyahu holds up a Starlink device as he speaks during the 81st session of the United Nations (U.N.) General Assembly at U.N. Headquarters on September 24, 2026 in New York City. World leaders have gathered in New York for the annual session of the United Nations General Assembly, with this years global issues ranging from the threat of artificial intelligence to the continued wars in Ukraine and Gaza. (Photo by Alexi J. Rosenfeld/Getty Images)
Foto: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Getty Images/Alexi J. Rosenfeld)
Jakarta -

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku tengah menjajaki pembicaraan dengan sejumlah negara untuk menampung warga Palestina dari Jalur Gaza. Netanyahu mengaku terlibat langsung dalam upaya tersebut.

Dalam wawancara dengan media sayap kanan Israel, Channel 7, seperti dilansir Middle East Monitor, Sabtu (24/10/2026), Netanyahu mengatakan pemerintahannya tengah secara aktif menjajaki pengaturan agar warga Palestina dapat meninggalkan Jalur Gaza.

"Setiap warga Palestina di Gaza seharusnya memiliki kebebasan untuk pergi," kata Netanyahu dalam wawancara yang dilakukan menjelang pemilu legislatif Israel pada 27 Oktober mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan hambatan utama dalam upaya memindahkan warga Palestina dari Jalur Gaza ialah mencari negara yang bersedia menerima mereka.

ADVERTISEMENT

"Kami sedang mengupayakan hal ini; saya secara pribadi mengupayakannya dengan cukup sungguh-sungguh. Sudah ada beberapa perkembangan awal, meskipun saya tidak ingin memaparkan rinciannya," ucap PM Israel tersebut.

Netanyahu tidak menyebutkan negara mana saja yang terlibat dalam diskusi tersebut. Dia juga tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai kemajuan negosiasi maupun mengungkapkan apakah sudah ada negara yang menyatakan kesediaan untuk menerima warga Palestina dari Jalur Gaza.

Lebih lanjut, Netanyahu mengklaim bahwa sekitar 150.000 warga Palestina telah meninggalkan Jalur Gaza selama perang berlangsung. Menurut Netanyahu, setidaknya 60 persen penduduk Gaza akan pergi jika diberi kesempatan.

Namun, dia tidak menyertakan data pendukung apa pun untuk mendukung klaimnya tersebut.

Dalam wawancara dengan Channel 7, Netanyahu menegaskan kembali bahwa Israel tetap berniat untuk mempertahankan kendali militer atas lebih dari 60 persen wilayah Jalur Gaza. Hal ini mengisyaratkan bahwa pemerintahannya tidak berencana untuk menarik diri dari area-area Gaza yang saat ini dikuasai pasukan Israel.

Pernyataan Netanyahu ini menyusul usulan-usulan sebelumnya dari sejumlah anggota pemerintah Israel untuk merelokasi warga Palestina ke luar Gaza. Usulan semacam itu ditentang keras oleh para pemimpin Palestina dan pemerintah negara-negara Arab.

Para pengkritik memperingatkan bahwa inisiatif tersebut dapat berujung pada pengungsi permanen warga Palestina, terutama mengingat kehancuran luas yang melanda rumah-rumah, infrastruktur, dan layanan penting selama rentetan serangan militer Israel sejak Oktober 2023.

Usulan-usulan tersebut juga memicu kekhawatiran bahwa kondisi kemanusiaan yang sangat parah di Jalur Gaza dapat menghambat kemampuan warga Palestina untuk mengambil keputusan yang benar-benar sukarela terkait keinginan mereka untuk meninggalkan wilayah tersebut.

Halaman 2 dari 2
(amw/amw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini