Dubes AS untuk Libya beserta tiga stafnya tewas dalam serangan kelompok bersenjata ke gedung konsulat AS di Benghazi, Libya timur. Menurut anggota parlemen AS, serangan itu mirip dengan operasi Al-Qaeda.
"Masih ada beberapa detail yang kabur... namun jelas itu memiliki ciri khas serangan bergaya Al-Qaeda," kata Mike Rogers, Ketua Komite Intelijen DPR AS kepada CNN, Kamis (13/9/2012).
"Selama berbulan-bulan ini kita telah melihat Al-Qaeda mencari-cari target Barat. Itu semua ada di seluruh Afrika utara. Kita telah melihat aktivitas-aktivitas tertentu yang tentunya kini membuat Anda percaya bahwa ini merupakan kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaeda," cetus politikus Partai Republik tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun serangan di areal konsulat AS itu dilakukan oleh kelompok bersenjata yang lebih ganas daripada para demonstran. Akibatnya, para pakar yakin bahwa serangan itu merupakan operasi militan yang telah direncanakan dengan matang.
Terlebih lagi serangan itu terjadi pada 11 September, yang bertepatan dengan peringatan 11 tahun serangan teroris 11 September 2001 di New York dan Washington. Rogers pun yakin bahwa itu bukan kebetulan semata, melainkan memang telah direncanakan.
"Saya orang lama FBI. Saya tidak yakin pada banyak kebetulan di hari yang sama. Jadi jelas kelihatannya memang seperti itu," tandasnya.
(ita/)











































