Menurut Biro Maritim Internasional (IMB), kapal yang membawa 23 awak tersebut dibajak perompak pada Selasa (4/9) sore waktu setempat. Kapal bermuatan bahan bakar tersebut digiring oleh para perompak ke wilayah laut lepas. Namun pusat informasi pembajakan yang bermarkas di Kuala Lumpur, Malaysia tersebut tidak menjelaskan secara detail bagaimana kapal tersebut bisa dibajak.
"Kami telah memberitahu otoritas Nigeria yang telah mengambil tindakan," ujar Kepala IMB, Noel Choong, kepada AFP, Rabu (5/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para bajak laut membajak dan menjarah dua tanker minyak di dekat Togo pada bulan Agustus lalu. Kedua kapal dan seluruh awak kapal kemudian dibebaskan.
Noel menuturkan, kemungkinan besar ada sindikat pelaku kriminal yang berada di balik pembajakan ini. Hal ini bisa dilihat dari modus operasi pembajakan yang nyaris sama.
"Mereka akan menguasai kapal tersebut selama 5 hari -- kemudian merangsek masuk ke dalam kabin awak kapal dan menyedot minyak ke kapal perompak lainnya," terang Noel.
Noel menyatakan, pihaknya telah berulang kali memperingatkan kapal-kapal yang berlayar di dekat Teluk Guinea, dekat pantai barat Afrika, untuk lebih berhati-hati dan waspada. IMB juga meminta otoritas setempat untuk meningkatkan patroli keamanan di wilayah perairan yang tahun lalu disebut sebagai 'hot spot' pembajakan.
Diketahui bahwa di wilayah tersebut sudah terjadi 37 kali serangan pembajakan, termasuk penculikan dan pembunuhan sepanjang tahun 2012 ini. Para perompak tersebut biasanya mengincar kapal-kapal kargo yang berlayar di kawasan tersebut. Mereka akan memindahkan barang-barang muatan kapal tersebut dan kemudian menjualnya di pasar gelap.
Sejak tahun lalu, otoritas Nigeria dan Benin meluncurkan patroli gabungan di wilayah rawan tersebut untuk memberantas para perompak.
(nvc/ita)











































