"Untunglah tak ada yang terluka," kata Sekjen PBB Ban Ki-moon kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (31/7/2012).
Pemimpin badan dunia itu pun menyampaikan keprihatinan akan meningkatnya kekerasan yang dilakukan pasukan pemerintah Suriah. Ban pun kembali mendesak Presiden Bashar al-Assad untuk menghentikan serangan pasukan Suriah di Kota Homs dan Aleppo.
"Kami sangat prihatin karena mereka menggunakan semua cara, semua jenis peralatan berat, termasuk pesawat-pesawat militer dan helikopter penyerang serta senjata berat. Ini situasi yang tak bisa diterima," tegas Ban. "Situasinya kian bertambah buruk dan buruk," imbuhnya.
Menurut juru bicara pasukan perdamaian PBB, Josephine Guerrero, konvoi PBB tersebut diserang di desa Talbisa ketika tengah dalam perjalanan dari Homs. Saat itulah, sebuah kendaraan terkena tembakan tiga peluru dan sebuah mobil lainnya dihantam satu peluru.
"Itu konvoi lima kendaraan yang mengangkut Jenderal Gaye, yang ditembaki dengan pistol," imbuhnya. Saat ini belum diketahui siapa yang melepaskan tembakan-tembakan tersebut.
Gaye tiba di Suriah pekan lalu setelah ditunjuk sebagai pemimpin Misi Pengawasan PBB di Suriah atau UN Supervision Mission in Syria (UNSMIS). Dikatakan Gaye, dirinya telah berkunjung ke Homs dan melihat langsung situasi di sana.
"Selama kunjungan saya ke Homs, saya sendiri bisa menyaksikan serangan hebat, mulai dari artileri dan mortir, yang berlangsung di wilayah kota tersebut," pungkas Gaye. (ita/vit)











































