Otoritas setempat menyebut, hari ini sebagai hari paling mematikan di Irak sepanjang 2 tahun terakhir merujuk pada banyaknya korban jiwa yang tewas dalam sehari. Terlebih di saat umat muslim Irak tengah menjalankan ibadah puasa.
Sementara itu, sedikitnya 214 orang lainnya mengalami luka-luka akibat berbagai serangan di sejumlah wilayah Irak ini. Jumlah ini berasal dari 27 serangan yang dilancarkan di 18 kota di Irak. Demikian seperti dilansir oleh AFP, Senin (23/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bisa mendengar suara ledakan dari jauh, jadi saya terpaksa meninggalkan rumah saya dan saya melihat ada sebuah mobil di luar. Kami meminta para tetangga untuk meninggalkan rumah mereka, tapi ketika mereka pergi, bom pun meledak," terang salah seorang warga kota Taji, Abu Mohammed (40).
Sedangkan di Baghdad, serangan bom mobil melanda sebuah kantor pemerintahan di wilayah Sadr City yang dihuni kaum Syiah. Serangan ini menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 22 orang lainnya. Reporter AFP yang ada di lokasi melaporkan, sedikitnya 8 mobil yang ada di sekitar lokasi kejadian, hangus terbakar.
Dua serangan bom lainnya terjadi di wilayah Husseiniyah dan Yarmuk, menewaskan 4 orang dan melukai 24 orang lainnya. Sedangkan sebuah bom mobil di kota Tamiyah melukai 9 orang. Lalu serangan bersenjata dan serangan bom di Provinsi Diyala menewaskan 11 orang dan melukai 40 orang lainnya.
Para militan juga melancarkan serangan bersenjata ke sebuah markas militer di dekat kota Dhuluiyah dan menewaskan 15 tentara Irak dan melukai 2 orang lainnya. Dua serangan lain di wilayah yang sama menewaskan 3 orang dan melukai 6 orang lainnya. Lalu 9 serangan bom di kota Kirkuk dan sekitarnya menewaskan 7 orang dan melukai 29 orang lainnya.
Tiga serangan berbeda, yakni bom mobil, bom pinggir jalan dan serangan bersenjata, di wilayah Mosul dan Baaj menewaskan 9 orang dan melukai 7 orang lainnya. Bom pinggir jalan meledak di wilayah pasar di pusat kota Diwaniyah, Baghdad bagian selatan, dan menewaskan 3 orang serta melukai 25 orang lainnya. Terakhir, ledakan bom mobil di kota Heet menewaskan seorang tentara Irak dan melukai 10 orang lainnya.
Rentetan-rentetan serangan itu terjadi sehari setelah serangkaian pengeboman di berbagai wilayah Irak menewaskan setidaknya 17 orang dan melukai hampir 100 orang lainnya. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas rentetan serangan pada Minggu, 22 Juli tersebut. Namun kelompok Al-Qaeda di Irak beberapa hari sebelumnya telah mengingatkan bahwa pihaknya tengah mencoba mengambil-alih wilayah tersebut.
(nvc/fdn)










































