Polisi Bulgaria Terus Berupaya Identifikasi Pelaku Bom Bunuh Diri

Polisi Bulgaria Terus Berupaya Identifikasi Pelaku Bom Bunuh Diri

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 20 Jul 2012 16:42 WIB
Polisi Bulgaria Terus Berupaya Identifikasi Pelaku Bom Bunuh Diri
rekaman CCTV (AFP)
Sofia, - Kepolisian Bulgaria berupaya keras untuk mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri yang menewaskan enam orang termasuk 5 turis Israel (sebelumnya diberitakan 6 turis Israel) di bandara Burgas, Bulgaria. Kepolisian Bulgaria bekerja sama dengan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI dan Kepolisian Internasional alias Interpol.

Para penyidik telah merilis rekaman CCTV tentang seorang pria yang diyakini sebagai pelaku bom bunuh diri yang terjadi Rabu, 18 Juli tersebut. Kalina Tchapkanova, seorang penyidik Bulgaria mengatakan, sehari sebelum serangan bom tersebut, tersangka telah berada di Ravda, sekitar 20 kilometer dari Burgas. Di kota kecil pinggir laut itu, dia mencoba merental mobil namun ditolak karena SIM-nya meragukan.

Tchapkanova mengutip keterangan saksi mata yang mengatakan tersangka berbahasa Inggris dengan logat tertentu yang kemungkinan logat Arab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pria itu menerima penolakan (merental mobil) itu dengan tenang... Kami telah mewawancarai sopir taksi yang membawa dia ke bandara sore hari. Dia juga naik taksi di pagi hari untuk melakukan pengintaian," kata Tchapkanova seperti dilansir AFP, Jumat (20/7/2012).

Menurut sumber-sumber, pihak penyidik Bulgaria yang bekerja sama dengan penyidik Israel, saat ini fokus ke warga Bulgaria yang belum lama ini berpindah ke agama Islam. Juga pada warga Libanon yang tinggal di Bulgaria, ini dikarenakan adanya dugaan keterlibatan Hizbullah dalam serangan bom tersebut.

Kelima jasad warga Israel yang tewas dalam pengeboman itu, hari Jumat pagi waktu setempat tiba di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv. Mereka akan dikuburkan hari ini.

Kelimanya diidentifikasi sebagai Kochava Shriki (44) yang sedang hamil dan Yitzhik Kolengi, Amir Menashe, Elior Priess, dan Maor Harush yang semuanya berumur 20-an tahun. Lebih dari 30 orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden itu, tiga di antaranya serius.

Rekaman CCTV bandara yang dirilis otoritas Bulgaria memperlihatkan seorang pria berkulit putih dengan rambut gondrong berpakaian layaknya turis, tampak membawa ransel dan tas laptop.

Menteri Dalam Negeri Bulgaria Tsvetan Tsvetanov mengatakan, pria tersebut tampak berumur 26 tahun. Dia membawa SIM palsu dari negara bagian Michigan, Amerika Serikat. Penyidik telah mengambil sidik jari mayat pengebom bunuh diri dan sedang mencoba menemukan DNA yang cocok.

(ita/nrl)


Berita Terkait