7 Skandal dan Rahasia Ibu Negara AS

7 Skandal dan Rahasia Ibu Negara AS

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 20 Jul 2012 13:22 WIB
7 Skandal dan Rahasia Ibu Negara AS
Jakarta - Skandal dan rahasia bukan hal asing di Gedung Putih yang menjadi kediaman resmi Presiden Amerika Serikat (AS). Sebenarnya apa saja yang menjadi rahasia para Ibu Negara alias First Lady AS selama mendampingi orang nomor satu di negeri adidaya itu?

Bagaimana kehidupan pribadi para Ibu Negara yang selalu terlihat cerah ketika mendampingi presiden AS? Berikut 7 skandal dan rahasia mantan Ibu Negara AS seperti detikcom rangkum dari ABC News:

1. Harriet Lane (1857-1861): pendamping presiden AS yang gay

Presiden Amerika Serikat (AS) ke-15, James Buchanan dikenal sebagai satu-satunya presiden AS yang tidak menikah sepanjang hidupnya. Adalah wanita bernama Harriet Lane yang merupakan keponakan Buchanan, yang menjalankan tugas sebagai Ibu Negara semasa pamannya bertugas di Gedung Putih.

Tugas Lane ini diawali pada tahun 1854 ketika ia mendampingi Buchanan, yang saat itu menjabat sebagai Duta Besar, dalam kunjungannya ke London, Inggris. Di sana, Lane pun mendapat perlakuan istimewa bak istri duta besar. Kemudian saat Buchanan mulai menjabat sebagai Presiden AS pada tahun 1857, Lane pun menduduki posisi sebagai Ibu Negara AS.

Saat itu, Buchanan yang masih lajang digosipkan sebagai seorang homoseksual dan memiliki hubungan asmara dengan William Rufus King, yang merupakan Wakil Presiden AS pada tahun 1853 di bawah Presiden AS ke-13 Franklin Pierce. Maka Lane mendapat julukan 'The Beard' yang berarti orang yang mengalihkan kecurigaan terhadap seseorang, biasanya seorang wanita yang mendampingi seorang pria homoseksual demi
menyembunyikan identitas homoseksualnya.

Sebagai tambahan, menurut seorang sejarawan pada Perpustakaan Nasional Ibu Negara AS, Carl Stefarrazza Anthony, karena Lane adalah keponakan presiden dan bukan istrinya, maka orang-orang kebingungan soal bagaimana cara menyebutnya. Maka disebutlah ia sebagai 'First Lady' atau Ibu Negara. Lane merupakan wanita pertama di AS yang disebut 'First Lady'.

2. Mary Todd Lincoln (1861-1865): penggila belanja

Mary Told Linccoln merupakan istri Presiden AS ke-16 Abraham Lincoln. Sebagai anak yang dibesarkan dalam keluarga kaya raya, Mary pun memiliki gaya hidup tertentu saat dia menikahi Abraham. Dilaporkan Mary memiliki kepentingan tertentu saat mengetahui suaminya terpilih menjadi presiden AS dalam usia muda.

Ketika berada di Gedung Putih tahun 1861, Mary mendekorasi ulang seluruh bagian kediaman presiden tersebut karena dipikirnya hal tersebut adalah wajar-wajar saja. Kemudian Mary juga dilaporkan pernah
menggunakan anggaran negara untuk membiayai kebiasaannya membeli pakaian-pakaian mahal. Saat itu Mary meyakini bahwa memiliki penampilan yang bagus sangat penting untuk mendapatkan penghormatan sebagai keluarga presiden AS.

Mary juga dikenal sebagai satu-satunya Ibu Negara yang pernah terlibat 'skandal politik'. Dia mengalihkan anggaran negara yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan tentara-tentara AS dan biaya hidup para budak yang dibebaskan, untuk kepentingannya sendiri.

3. Edith Wilson (1915-1921): presiden rahasia

Edith Wilson merupakan istri kedua dari Presiden AS ke-25 Woodrow Wilson. Sebagai seorang istri presiden, Edith tergolong memiliki peran penting di Gedung Putih. Dia ikut rapat di Gedung Putih dan ikut menyambut tamu yang datang mengunjungi kediaman president.

Peran penting Edith ini pun berkembang dan menjadi lebih besar ketika Presiden Wilson terkena stroke pada tahun 1919. Melihat kondisi suaminya yang tak mampu lagi bekerja normal, Edith berjuang keras menjaga pemerintahan tetap utuh dan bahkan tanpa keterlibatan Wakil Presiden saat itu, Thomas Marshall.

"Apa yang terjadi di Gedung Putih saat Presiden Wilson menderita stroke belum pernah terjadi sebelumnya dan sulit untuk dipahami. Berdasarkan perintah Edith, tidak seorang pun, bahkan sang Wakil Presiden sendiri, diizinkan untuk bertemu presiden di kamarnya saat itu," jelas Cormac O'Brien, pengarang buku 'Secret Lives of the First Ladies' yang terbit tahun 2009.

Kala itu, semua perintah dan instruksi keluar dari mulut Edith. Banyak sejarawan yang meyakini bahwa saat itu Edith sendirilah yang bertindak sebagai panglima tertinggi AS.

4. Florence Harding (1921-1923): punya anak di luar nikah

Florence Harding merupakan istri Presiden AS ke-29 Warren Harding. Sebelum menikah dengan Harding, Florence diketahui sebagai seorang pemuja ramalan. Ketika suaminya mencalonkan diri sebagai Presiden AS pada tahun 1920, Florence pun berkonsultasi dan meminta nasihat dari seorang peramal.

Sebelum menikahi Harding, Florence pernah memiliki seorang anak di luar nikah dengan seorang pria bernama Henry Deweolfe. Saat itu Florence berumur 19 tahun. Selain itu, Florence juga dilaporkan terlibat dalam sejumlah skandal di Gedung Putih saat suaminya menjabat.

"Skandal mengguncang pemerintahan suaminya, dan dia dilaporkan sering terlibat di dalamnya, seperti menyajikan wiski misalnya, saat pesta poker suaminya. Saya sering menyindir bagaimana ironisnya pemilihan presiden di saat wanita bisa menggunakan hak pilih, namun ada PSK yang diperbolehkan masuk ke Gedung Putih," ucap Cormac O'Brien, pengarang buku 'Secret Lives of the First Ladies' yang terbit tahun 2009.

5. Eleanor Roosevelt (1933-1945): cinta rahasia sesama jenis

Eleanor Roosevelt merupakan istri dari Presiden AS ke-32 Franklin Delano Roosevelt. Selama menjadi Ibu Negara, Eleanor digosipkan memiliki hubungan asmara rahasia dengan seorang wartawan wanita bernama Lorena Hickock. Hal ini disebut-sebut dipicu oleh perselingkuhan Roosevelt yang melukai perasaan Ibu Negara AS tersebut.

Lorena sendiri diketahui sebagai salah satu wartawan yang mengulas kampanye kepresidenan Roosevelt pada tahun 1932. Hal itulah yang mendekatkan Eleanor dengan Lorena. Sejumlah pihak saat itu meyakini bahwa keduanya terlibat hubungan percintaan sesama jenis.

Sebelum dengan Lorena, Eleanor juga dikabarkan pernah terlibat perselingkuhan dengan seorang pria bernama Earl Miller, yang merupakan anggota Kepolisian New York. Eleanor terlibat hubungan asmara dengan Earl yang menjadi pengawalnya tersebut, ketika Roosevelt masih menjabat sebagai Gubernur New York.

6. Betty Ford (1974-1977): tak sekonservatif suaminya

Betty Ford merupakan istri Presiden AS ke-38 Gerald Ford. Ketika menikahi Gerald yang penganut Republik, Betty sebenarnya bukan pendukung partai konservatif tersebut. Keduanya menikah hanya berselang seminggu sebelum hari pemilihan Gerald sebagai presiden. Pernikahan Gerald dengan Betty yang merupakan janda ini, dinilai akan mengurangi basis massanya di Partai Republik.

Gaya hidup dan karakter Betty digambarkan lebih moderat dan liberal dibanding Ibu Negara dari Partai Republik lainnya. Betty yang memiliki latar belakang sebagai penari modern ini, diketahui berjuang keras melawan ketergantungannya dengan obat penghilang sakit dan kecanduan alkohol yang dialaminya, saat suaminya menjabat presiden.

7. Nancy Reagan (1981-1989): sangat percaya peramal

Nancy Reagan merupakan istri dari Presiden AS ke-40 Ronald Reagan. Selama suaminya menjabat, Nancy dikenal sangat percaya dengan ramalan. Pasca insiden percobaan pembunuhan suaminya pada tahun 1981, Nancy rutin berkonsultasi dengan seorang peramal untuk menentukan waktu dan lokasi terbaik bagi suaminya untuk tampil di depan publik. Saking percayanya pada peramal, Nancy pasti akan membatalkan agenda suaminya jika dirasa lokasi dan waktunya tidak tepat.

"Nancy berperan cukup besar dalam menentukan jadwal suaminya, bahkan hingga pertemuan dengan kepala negara lain, tentu saja dengan masukan dari peramal," terang Cormac O'Brien, pengarang buku 'Secret Lives of the First Ladies' yang terbit tahun 2009.
Halaman 2 dari 8
(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads