Bagaimana kehidupan pribadi para Ibu Negara yang selalu terlihat cerah ketika mendampingi presiden AS? Berikut 7 skandal dan rahasia mantan Ibu Negara AS seperti detikcom rangkum dari ABC News:
1. Harriet Lane (1857-1861): pendamping presiden AS yang gay
|
|
Tugas Lane ini diawali pada tahun 1854 ketika ia mendampingi Buchanan, yang saat itu menjabat sebagai Duta Besar, dalam kunjungannya ke London, Inggris. Di sana, Lane pun mendapat perlakuan istimewa bak istri duta besar. Kemudian saat Buchanan mulai menjabat sebagai Presiden AS pada tahun 1857, Lane pun menduduki posisi sebagai Ibu Negara AS.
Saat itu, Buchanan yang masih lajang digosipkan sebagai seorang homoseksual dan memiliki hubungan asmara dengan William Rufus King, yang merupakan Wakil Presiden AS pada tahun 1853 di bawah Presiden AS ke-13 Franklin Pierce. Maka Lane mendapat julukan 'The Beard' yang berarti orang yang mengalihkan kecurigaan terhadap seseorang, biasanya seorang wanita yang mendampingi seorang pria homoseksual demi
menyembunyikan identitas homoseksualnya.
Sebagai tambahan, menurut seorang sejarawan pada Perpustakaan Nasional Ibu Negara AS, Carl Stefarrazza Anthony, karena Lane adalah keponakan presiden dan bukan istrinya, maka orang-orang kebingungan soal bagaimana cara menyebutnya. Maka disebutlah ia sebagai 'First Lady' atau Ibu Negara. Lane merupakan wanita pertama di AS yang disebut 'First Lady'.
2. Mary Todd Lincoln (1861-1865): penggila belanja
|
|
Ketika berada di Gedung Putih tahun 1861, Mary mendekorasi ulang seluruh bagian kediaman presiden tersebut karena dipikirnya hal tersebut adalah wajar-wajar saja. Kemudian Mary juga dilaporkan pernah
menggunakan anggaran negara untuk membiayai kebiasaannya membeli pakaian-pakaian mahal. Saat itu Mary meyakini bahwa memiliki penampilan yang bagus sangat penting untuk mendapatkan penghormatan sebagai keluarga presiden AS.
Mary juga dikenal sebagai satu-satunya Ibu Negara yang pernah terlibat 'skandal politik'. Dia mengalihkan anggaran negara yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan tentara-tentara AS dan biaya hidup para budak yang dibebaskan, untuk kepentingannya sendiri.
3. Edith Wilson (1915-1921): presiden rahasia
|
|
Peran penting Edith ini pun berkembang dan menjadi lebih besar ketika Presiden Wilson terkena stroke pada tahun 1919. Melihat kondisi suaminya yang tak mampu lagi bekerja normal, Edith berjuang keras menjaga pemerintahan tetap utuh dan bahkan tanpa keterlibatan Wakil Presiden saat itu, Thomas Marshall.
"Apa yang terjadi di Gedung Putih saat Presiden Wilson menderita stroke belum pernah terjadi sebelumnya dan sulit untuk dipahami. Berdasarkan perintah Edith, tidak seorang pun, bahkan sang Wakil Presiden sendiri, diizinkan untuk bertemu presiden di kamarnya saat itu," jelas Cormac O'Brien, pengarang buku 'Secret Lives of the First Ladies' yang terbit tahun 2009.
Kala itu, semua perintah dan instruksi keluar dari mulut Edith. Banyak sejarawan yang meyakini bahwa saat itu Edith sendirilah yang bertindak sebagai panglima tertinggi AS.
4. Florence Harding (1921-1923): punya anak di luar nikah
|
|
Sebelum menikahi Harding, Florence pernah memiliki seorang anak di luar nikah dengan seorang pria bernama Henry Deweolfe. Saat itu Florence berumur 19 tahun. Selain itu, Florence juga dilaporkan terlibat dalam sejumlah skandal di Gedung Putih saat suaminya menjabat.
"Skandal mengguncang pemerintahan suaminya, dan dia dilaporkan sering terlibat di dalamnya, seperti menyajikan wiski misalnya, saat pesta poker suaminya. Saya sering menyindir bagaimana ironisnya pemilihan presiden di saat wanita bisa menggunakan hak pilih, namun ada PSK yang diperbolehkan masuk ke Gedung Putih," ucap Cormac O'Brien, pengarang buku 'Secret Lives of the First Ladies' yang terbit tahun 2009.
5. Eleanor Roosevelt (1933-1945): cinta rahasia sesama jenis
|
|
Lorena sendiri diketahui sebagai salah satu wartawan yang mengulas kampanye kepresidenan Roosevelt pada tahun 1932. Hal itulah yang mendekatkan Eleanor dengan Lorena. Sejumlah pihak saat itu meyakini bahwa keduanya terlibat hubungan percintaan sesama jenis.
Sebelum dengan Lorena, Eleanor juga dikabarkan pernah terlibat perselingkuhan dengan seorang pria bernama Earl Miller, yang merupakan anggota Kepolisian New York. Eleanor terlibat hubungan asmara dengan Earl yang menjadi pengawalnya tersebut, ketika Roosevelt masih menjabat sebagai Gubernur New York.
6. Betty Ford (1974-1977): tak sekonservatif suaminya
|
|
Gaya hidup dan karakter Betty digambarkan lebih moderat dan liberal dibanding Ibu Negara dari Partai Republik lainnya. Betty yang memiliki latar belakang sebagai penari modern ini, diketahui berjuang keras melawan ketergantungannya dengan obat penghilang sakit dan kecanduan alkohol yang dialaminya, saat suaminya menjabat presiden.
7. Nancy Reagan (1981-1989): sangat percaya peramal
|
|
"Nancy berperan cukup besar dalam menentukan jadwal suaminya, bahkan hingga pertemuan dengan kepala negara lain, tentu saja dengan masukan dari peramal," terang Cormac O'Brien, pengarang buku 'Secret Lives of the First Ladies' yang terbit tahun 2009.
Halaman 2 dari 8











































