Hal itu dilakukan menyusul pengumuman bahwa pemimpin baru Korut Kim Jong-Un resmi diangkat sebagai "marsekal" yang merupakan pangkat tertinggi militer di negeri komunis itu. Pangkat ini memperkuat status Kim sebagai pemegang kekuasaan militer tertinggi Korut.
Atas pengumuman itu seperti diberitakan News.com.au, Kamis (19/7/2012), para personel militer bertepuk tangan dan bersorak-sorai. Bahkan mereka juga menari-nari dan menyanyikan lagi-lagu patriotis dengan riang.
Pangkat marsekal ini sebelumnya dipegang oleh mendiang ayah Kim, Kim Jong-Il dan kakeknya, Kim Il-Sung.
Pengangkatan Kim Jong-Un sebagai marsekal ini dilakukan hanya beberapa hari setelah panglima militer Korut, Ri Yong Ho dicopot dari semua jabatannya karena sakit. Jabatan-jabatan itu termasuk anggota presidium biro politik, anggota komite biro politik (komite pusat Partai Buruh Korea), dan wakil ketua komisi militer pusat (Partai Buruh Korea).
Partai Buruh Korea merupakan pihak yang berkuasa di Korut.
Ri merupakan tokoh sentral dalam rezim Korut yang menjadi panglima militer sejak 2009. Baru-baru ini dia terlihat mendampingi pemimpin Kim Jong-Un pada acara peringatan kematian pendiri Korut, Kim Il-Sung.
"Menyusul pengunduran diri Ri, ini punya arti yang sangat besar," kata John Delury, analis Korut di Universitas Yonsei di Korea Selatan (Korsel).
Kim Jong-Un mengambil alih kekuasaan setelah kematian ayahnya, Kim Jong-Il pada Desember 2011 lalu. Sejumlah analis percaya bahwa diktator muda itu bisa membawa negaranya ke arah baru.
(ita/nrl)











































