Ke-26 nelayan tersebut bekerja di kapal pukat ikan Taiwan "FV Shiuh Fu No 1". Mereka diculik dari kapal tersebut pada Desember 2010 lalu. Demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri China dalam statemennya seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (18/7/2012).
Tidak disebutkan bagaimana misi penyelamatan tersebut dilakukan. "Setelah kerja keras banyak pihak, seluruh kru sebanyak 26 orang telah diselamtkan pada 17 Juli malam waktu Beijing," demikian disampaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Luar Negeri Taiwan menyatakan, pihaknya telah membantu dalam pembicaraan mengenai tebusan antara pemilik kapal dan para bajak laut Somalia. Namun tidak disebutkan apakah uang tebusan telah dibayarkan. Pemerintah Taiwan juga berterima kasih kepada China atas bantuannya dalam penyelamatan para nelayan tersebut.
Kapal-kapal China telah melancarkan operasi antipembajakan di perairan Somalia sejak akhir tahun 2008. Pada awal tahun 2010, Beijing setuju untuk bergabung dalam upaya multinegara dalam menjaga kapal-kapal yang melintas di Teluk Aden dan perairan dekat Samudera Hindia.
(ita/nrl)











































