Narkoba Senilai Rp 35 Miliar Berhasil Disita di Myanmar

Narkoba Senilai Rp 35 Miliar Berhasil Disita di Myanmar

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 16 Jul 2012 16:26 WIB
Narkoba Senilai Rp 35 Miliar Berhasil Disita di Myanmar
Ilustrasi (AFP)
Yangon, - Otoritas Myanmar berhasil menyita narkoba senilai US$ 3,7 juta atau sekitar Rp 35 miliar dalam operasi yang digelarnya. Ini merupakan penyitaan narkoba terbesar sepanjang sejarah negeri itu. Sebanyak 9 pelaku penyelundup narkoba juga berhasil dibekuk dalam operasi tersebut.

Kepolisian Myanmar menggerebek sebuah tempat di wilayah Laukkai, Shan yang dicurigai menjadi pabrik narkoba pada 9 Juli lalu. Di lokasi tersebut, polisi mendapatkan 73 kg sabu jenis serbuk dan 274 kg sabu jenis cair, beserta dengan perlengkapan pembuat narkoba dan sebuah senjata api. Total semua sitaan narkoba tersebut bernilai US$ 3,7 juta di pasaran narkoba.

"Ini adalah pencapaian terbesar kami sepanjang sejarah. Ini adalah bagian dari operasi pemberantasan pabrik-pabrik dan bahan-bahan pembuat narkoba," ujar seorang pejabat senior Kementerian Dalam Negeri Myanmar yang enggan disebut namanya, seperti dilansir oleh AFP, Senin (16/7/2012).

Diketahui bahwa produksi obat-obatan sintetis dan budidaya opium sangat lazim di wilayah perbatasan terpencil Myanmar. Di wilayah tersebut, kelompok-kelompok pemberontak menggunakan keuntungan dari penjualan narkotika untuk membiayai kegiatan mereka.

Namun di bawah kepemimpinan Presiden Thein Sein, kelompok bersenjata tersebut sepakat menandatangani pakta perdamaian sebagai bagian dari reformasi pemerintahan. Myanmar juga telah menyatakan niatnya untuk memberantas obat-obatan ilegal mulai tahun 2014.

Myanmar dikenal sebagai negara penghasil opium terbesar kedua di dunia setelah Afghanistan. Negara bagian Shan diketahui sebagai produsen sabu jenis tablet terbesar di dunia. Pada Mei lalu, pemerintah dan kelompok pemberontak di Shan sepakat untuk menghentikan produksi narkoba di wilayah tersebut. Namun tetap saja hal tersebut tidak mudah dilakukan bagi pemerintah Myanmar.

"Kami tidak memiliki pengalaman dalam hal seperti ini, yakni menggerebek pabrik narkoba yang memproduksi banyak serbuk sabu dan obat-obatan lainnya," ucap salah seorang pejabat dinas pemberantasan narkoba.

(nvc/ita)


Berita Terkait