"Kami menyatakan kondisi darurat nasional atas kesehatan hewan-hewan... dengan tujuan untuk mendiagnosa, mencegah, mengendalikan dan memberantas virus flu burung tipe A, sub-tipe H7N3," demikian pernyataan dari Kementerian Pertanian Meksiko seperti dilansir oleh Channel News Asia, Rabu (3/7/2012),
Meluasnya wabah flu burung tipe H7N3 di Meksiko telah dipastikan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB pada Jumat (29/6) lalu. Lebih dari separuh unggas yang terinfeksi virus jenis ini akhirnya mati atau terpaksa dimusnahkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Meksiko, virus flu burung H7N3 mulai terdeteksi pada 20 Juni lalu. Laporan FAO menyebutkan, total 1,7 juta unggas di Meksiko telah terkontaminasi virus ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 870 ribu unggas yang ada di 10 peternakan di negara bagian Jalisco dilaporkan mati akibat virus H7N3 ini.
Penetapan kondisi darurat nasional oleh pemerintah juga termasuk peningkatan upaya-upaya pemberantasan dan pencegahan virus ini, seperti pengaturan ketentuan soal karantina, pemusnahan, vaksinasi, dan penghancuran produk-produk yang terinfeksi. Kementerian Pertanian Meksiko menyatakan, peternakan unggas di Meksiko menyumbang 40 persen dari total produksi ternak nasional.
(nvc/ita)











































