Ribut Soal Gaji, Tentara Yaman Culik Pejabat Senior Militer

Ribut Soal Gaji, Tentara Yaman Culik Pejabat Senior Militer

- detikNews
Jumat, 29 Jun 2012 17:15 WIB
Sanaa, - Gara-gara masalah gaji, para tentara Yaman yang mendukung aksi protes antipemerintah tahun lalu, menculik pejabat senior militer Yaman. Brigjen Murad al-Awbali, komandan brigade ke-62 Garda Republik tersebut diculik di sebuah pos pemeriksaan yang didirikan para tentara yang marah di distrik Jahana di bagian timur pinggiran ibukota Sanaa.

Al-Awbali yang merupakan loyalis presiden terguling Yaman, Ali Abdullah Saleh itu, serta putranya Ahmed yang masih memimpin Garda Republik, dituduh menghentikan pembayaran gaji para tentara yang bergabung dalam anti demo anti-Saleh tahun 2011 lalu.

"Para tentara yang marah komplain karena komandan al-Awbali dan para perwira senior Garda Republik lainnya menolak membayar gaji mereka sejak mereka bergabung dengan aksi protes tahun lalu," kata seorang pemimpin suku yang membrokeri pembebasan al-Awbali seperti dilansir Xinhua, Jumat (29/6/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi mereka menculiknya untuk memaksa para pemimpin Garda Republik membayar gaji mereka dan mengizinkan mereka kembali ke unit mereka," imbuhnya.

Dikatakannya, proses negosiasi untuk pembebasan al-Awbali saat ini terus berlangsung.

Ribuan tentara meninggalkan unitnya dan bergabung dengan aksi protes antipemerintah, yang pada akhirnya memaksa Saleh mundur dan menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya, Abd-Rabbu Mansour Hadi pada Februari lalu.

Hadi telah bersumpah akan melakukan reformasi dalam militer guna menghentikan perpecahan yang mengancam kesatuan negara miskin Arab tersebut. Hadi mengganti sekitar 20 jenderal pada April lalu termasuk sejumlah kerabat dan loyalis Saleh, sebagai upaya untuk melakukan reformasi dalam militer.

(ita/vta)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads