Al-Awbali yang merupakan loyalis presiden terguling Yaman, Ali Abdullah Saleh itu, serta putranya Ahmed yang masih memimpin Garda Republik, dituduh menghentikan pembayaran gaji para tentara yang bergabung dalam anti demo anti-Saleh tahun 2011 lalu.
"Para tentara yang marah komplain karena komandan al-Awbali dan para perwira senior Garda Republik lainnya menolak membayar gaji mereka sejak mereka bergabung dengan aksi protes tahun lalu," kata seorang pemimpin suku yang membrokeri pembebasan al-Awbali seperti dilansir Xinhua, Jumat (29/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya, proses negosiasi untuk pembebasan al-Awbali saat ini terus berlangsung.
Ribuan tentara meninggalkan unitnya dan bergabung dengan aksi protes antipemerintah, yang pada akhirnya memaksa Saleh mundur dan menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya, Abd-Rabbu Mansour Hadi pada Februari lalu.
Hadi telah bersumpah akan melakukan reformasi dalam militer guna menghentikan perpecahan yang mengancam kesatuan negara miskin Arab tersebut. Hadi mengganti sekitar 20 jenderal pada April lalu termasuk sejumlah kerabat dan loyalis Saleh, sebagai upaya untuk melakukan reformasi dalam militer.
(ita/vta)











































