Demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Suriah dalam pernyataan seperti dilansir Press TV, Rabu (13/6/2012). Menurut kementerian, pemerintah AS menutup-nutupi kejahatan teroris dan mendistorsi fakta tentang apa yang terjadi di Suriah.
"Pemerintah AS mendesak dengan intervensi mencoloknya dalam urusan dalam negeri Suriah dan dukungannya atas kelompok-kelompok teroris bersenjata," demikian statemen Kementerian Luar Negeri Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam statemen tersebut juga ditegaskan bahwa pemerintah Suriah tetap pada komitmennya untuk melaksanakan rencana damai PBB-Liga Arab yang dimediasi oleh Kofi Annan selaku utusan PBB-Ligara Arab untuk Suriah.
Negara-negara Barat dan oposisi Suriah menuding rezim Presiden Bashar al-Assad mendalangi pembantaian warga sipil di kota-kota Suriah. Namun rezim Assad membantah tuduhan tersebut. Dicetuskan bahwa kelompok-kelompok terorislah yang melakukan pembantaian tersebut. Bahkan menurut pemerintah Suriah, konflik yang terus melanda sejak 15 bulan lalu ini didalangi pihak-pihak asing.
(ita/nrl)











































